Berita Manado
Para Sopir di Terminal Karombasan Manado Mengeluh Kekurangan Penumpang
Terpantau Rabu (20/10/2021) di Terminal Karombasan Kecamatan Wanea Kota Manado, Sulawesi Utara ini sepi.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Para sopir di Terminal Karombasan mengeluhkan penumpangnya sangat berkurang dengan adanya taksi gelap.
Terpantau Rabu (20/10/2021) di Terminal Karombasan Kecamatan Wanea Kota Manado, Sulawesi Utara ini sepi.
Terlihat ada enam sopir yang duduk-duduk dan berteriak "Tondano, Tondano".
Di Terminal tersebut rute semua bus yang ada bisa ke Kawangkoan, Tondano, dan Langowan kabupaten Minahasa serta Kota Tomohon.
Mewakili para sopir Marlon Rumondor dan Jhon Wulus.
Jhon ketika diwawancarai menyampaikan kondisi sekarang sangat sulit.

"Kondisi kami sekarang sebagai sopir bus sangat parah (sulit) penghasilannya, karena adanya armada-armada yang tidak jelas," ucap Jhon.
Ia menuturkan, mereka di terminal mau cari penuh satu mobil sangat lama, bisa memakan waktu kurang lebih tiga jam.
Itu pun penumpangnya hanya setengah tidak penuh.

"Biasanya bus kami jika diisi ful penumpang sampai 28 orang, tapi karena pandemi sehingga hanya bisa diisi 15 orang, tapi lama sekali untul penuh," keluhnya.
Lanjutnya, kalau lalu bisa sampai dua puluh bus yang keluar perhari, tapi sekarang paling tinggi kalau tujuh bus yang keluar perhari.
"Pokoknya dengan adanya taksi gelap (mobil plat hitam) disini pencarian kami sangat terdampak.
Berharap pemerintah menertibkan taksi gelap yang semakin merajalela, karena kami supir bus sangat sulit mendapat penumpang," pungkas Jhon

Sedangkan dari Marten katakan dengan adanya taksi gelap ini sampai rute Tomohon Manado tidak ada lagi penumpang.
"Bus disini masih ada tapi penumpang Manado Tomohon sama sekali sudah tidak ada. Penumpang lebih memilih taksi gelap," ungkap Marten.