Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sitaro

Demplot Cabe dan Tomat Dinas Pangan Pertanian Sitaro Mulai Dipasarkan

Program percontohan demonstrasi plot atau demplot dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Chintya Rantung
Octavian Hermanses/Tribun manado
Proses panen tanaman demplot Tomat dan Cabe di Kampung Salili Kecamatan Siau Tengah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Program percontohan demonstrasi plot atau demplot dari Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah berbuah manis.

Hasil dari proyek penanaman tomat dan cabe di Kampung Salili Kecamatan Siau Tengah itu kini mulai dipasarkan oleh pihak pengelola.

Kepala Bidang Pertanian dan Perkebunan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro, Fonne Katuhu mengatakan, pasca penanaman yang dilakukan pada akhir Mei lalu, pihaknya telah melakukan panen dan langsung memasarkan hasil panen tersebut.

"Awalnya kita panen Tomat pada Juli lalu. Dan itu dilakukan langsung oleh pak wabup. Saat ini gilirian cabe yang telah kita panen dan dipasarkan," kata Katuhu, Selasa (19/10/2021).

Dalam pelaksanaan demplot tersebut, Katuhu bilang pihaknya menanam 700 bibit Tomat dan 500 bibit Cabe di lahan milik warga dan melakukan perawatan hingga proses panen dan pemasaran

"Untuk Tomat ada dua kali panen dengan jumlah panen mencapai 600 kilogram. Sedangkan untuk Cabe baru dua kali panen dengan hasil lebih dari 10 kilogram. Khusus untuk Cabe, masih akan ada masa panen hingga satu tahun kedepan," lanjutnya.

Dalam proses pemasaran, Dinas Pangan dan Pertanian Sitaro menggunakan metode sederhana, yakni sistem online atau dijual secara terbatas di kalangan staf pegawai yang ada.

"Tergantung seberapa besar hasil panen yang ada. Harganya pun kami sesuaikan dengan harga pasar. Contohnya jika Cabe harga jual di pasar 20 ribu per kilo, maka kami jual 10 atau 15 ribu per kilo," terangnya.

Dijelaskan, pengadaan demplot ini merupakan bagian dari program kegiatan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro yang tujuannya untuk memberikan gambaran serta motivasi bagi para kelompok tani maupun petani mandiri dalam mengelola lahan kosong menjadi wadah tanaman hortikulura.

"Paling tidak, mereka bisa terdorong untuk melakukan hal yang sama. Ketika mereka mau, maka kami dari Dinas Pangan dan Pertanian siap untuk membantu memfasilitasi penanaman hingga pemeliharaannya," ujar Katuhu.

Sejauh ini, sambung Katuhu, pihaknya telah melakukan bimbingan dan pendampingan dalam hal penanaman tanaman hortikultura terhadap 15 kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Sitaro.

"Tahun ini ada 15 kelompok. Mereka kita berikan bantuan berupa benih, pupuk hingga insektisida. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan lewat penyuluh-penyuluh yang ada," ungkap Katuhu.

Tahun 2022 mendatang, program yang sama rencananya akan dilaksanakan di wilayah Tagulandang dengan harapan akan ada kelompok tani maupun petani mandiri yang terdorong untuk melakukan hal serupa.

"Makanya kami rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam, khususnya tanaman hortikultura," kuncinya. 

Tentang Sitaro

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved