Jeffrey Rachmat
Sosok Jeffrey Rachmat, Gembala Sidang JPCC Worship, Awal Pelayanannya Sempat Ditentang
Jeffrey Rachmat adalah penggagas dan pendiri dari Jakarta Praise Community Church ( JPCC) tahun 1999 dan sejak saat itu dia melayani sebagai Gembala
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Lebih dari itu, anak-anak muda, menurut pengalaman om tersebut, biasanya banyak menuntut.
“ngapain kamu yang masih muda mau menggembalakan mereka? Untung saya gak quit, untung saya gak berhenti dan saya meneruskan rencana saya. Karena anak muda bukanlah tanggungan, tetapi aset,” ungkap suami dari Angela tersebut.

Jeffrey Rachmat dan Keluarga (Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa)
Sebagai bukti, di JPCC, gereja yang ia gembala bertahun-tahun, ia mengaku secara sengaja sejak 2014 telah melakukan proses regenerasi ketika melihat bahwa orang-orang yang ada di sekitar pelayanan bertambah tua dan memiliki anak.
“Saya mulai hitung berapa sih average age dari staf orang yang bekerja di sekeliling saya. Saya gak bisa lagi disebut gereja anak-anak muda karena orang-orang di sekitar umurnya udah average age-nya sudah cukup tinggi, sekitar 35-an.
Kemudian, saya mengambil keputusan untuk mulai secara intentionally, secara sengaja memulai untuk meremajakan segala sesuatu dimulai dari satu tekad yang saya buat bahwa saya bilang bahwa dua tahun dari sekarang, setiap orang yang ada di posisi penting di tempat kami harus ada yang menggantikan.
Tidak boleh ada orang yang tidak tergantikan,” tegas Jeffrey Rachmat. ( Tribunmanado/Rhendi)
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jeffrey-rachmat-12121.jpg)