Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa Bacaan

Doa Singkat yang Ampuh Peninggalan Rasulullah SAW

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada A’isyah RA, ‘’Hendaklah engkau selalu berdoa dengan doa yang dapat mencakup dan yang sempurna, yaitu bacalah;

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Kolase Tribun Manado/Handhika Dawangi
Ilustrasi doa. 

Orang pertama yang dijelaskan Rasulullah SAW bahwa doanya tidak pernah ditolak Allah adalah Orang yang berpuasa sampai dia berbuka.

Ada beberapa alasan kenapa orang ini doanya begitu mustajab. Salah satunya, mereka tengah menjalankan perintah Allah SWT. Dan Allah SWT sangat mencintai orang-orang yang menjalankan perintahnya teruma ibadah wajib seperti puasa Ramadhan.

Ibnu Mas’ud berkata; “Bawalah kebutuhan-kebutuhanmu dalam ibadah wajib.” (Riwayat Abdurrazzaq dalam al Musannaf).

Orang yang berpuasa juga akan menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan Allah.

Sehingga pada saat itu jiwanya suci, serta terhindar dari sikap sombong karena berusaha merendahkan diri di hadapan Allah.

Oleh karena itu, dia lebih dekat dan lebih taat kepada Tuhan, meninggalkan makanan dan minuman karena takut kepada Sang Maha Pemberi.

2. Penguasa yang Adil

Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa Doa yang mustajab dan tidak akan tertolak adalah doanya penguasa yang adil.

Pemimpin yang adil laksana bayang-bayang Tuhan, karena Adil sendiri merupakan salah satu sifat Allah yakni Al Adlu atau yang Maha Adil.

Mana dari adil disini adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan proporsi dan pengambil keputusan yang tepat. Lantas mengapa doa sang pemimpin adil mudah terkabul?

Jawabnya karena Ia menanggung berbagai pengharapan hajat hidup orang banyak.

Diceritakan dalam kisah riwayat Mahsyur, bahwa suatu ketika saat Umar bin Khattab menjadi pemimpin, Beliau begitu terkenal sebagai pemimpin yang adil.

Saat itu, Gubernur Mesir Amr bin Ash mengadu kepada sang khalifah tentang peceklik panjang yang menimpa warga Mesir saat itu.

Sungai Nil yang menjadi sumber kehidupan di negeri tersebut tidak lagi mengalirkan air.

Amirul Mukminin kemudian memanggil Amr bin Ash untuk datang ke Madinah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved