Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Minggu 17 Oktober 2021, 1 Petrus 5:1-3 : Penatua Harus Jadi Teladan

Dia adalah saksi hidup yang nenyaksikan penderitan Yesus yang berkorban dirinya untuk kita umat manusia. Karena itu, Petrus

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Renungan Harian Kristen 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dibandingkan 11 murid maupun rasul Yesus lainnya, Petrus tergolong unik, berani dan luar biasa. Meski kepengiringannya kepada Kristus penuh dinamika, namun pada akhirnya dia berhasil membuktikan keimanannya dan pengorbananya yang luar biasa dalam melayani Tuhan, sampai dia sendiri dibunuh tersalib dengan kepala di bawah karena percaya dan imannya kepada Tuhan Yesus.

Dia adalah saksi hidup yang nenyaksikan penderitan Yesus yang berkorban dirinya untuk kita umat manusia.

Karena itu, Petrus menasihatkan kepada para penatua yang melayani Tuhan, agar mereka menggembalakan domba Allah, dengan ketulusan hati. Bukan dengan paksa, tapi rela hati. Layanilah mereka bukan untuk mencari untung, tapi sebagai wujud pengabdian kita kepada Allah.

Bahkan dia mengajarkan para penatua agar dalam menggembalakan jemaat yang adalah domba Allah, jangan menggunakan bahasa "perintah," apalagi memaksa, tapi harus dalam keteladanan.

Jadi, penatua harus menjadi gembala yang melayani dalam keteladanan. Harus memberi contoh, bukan memerintah. Tidak memaksakan kehendak, tapi dengan rendah hati dan rela hati melayani, serta tidak mencari untung.

Demikian firman Tuhan hari ini. "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu." (ay 2, 3)

Begitu berat dan besarnya tanggungjawab seorang penatua. Dia tidak hidup untuk dirinya sendiri. Meski dia adalah seorang pemimpin, tapi tidak boleh "aji mumpung." Memanfaatkan kesempatan untuk mencari untung dan bertindak sewenang-wenang. Tidak!

Seorang penatua harus benar-benar telah menyangkal diri dan hidup untuk orang lain (jemaat), sebagai bentuk ketaatan kepada Kristus.

Penatua harus rela berkorban apapun, demi jemaatnya, dalam ketulusan hati dan kerelaan sebagai bagian dari pengabdian dan pelayanannya.

Apa yang dilakukannya harus sesuai kehendak Allah, bukan seenaknya saja, untuk menyenangkan diri sendiri, apalagi kepujian diri.

Petrus benci dengan penatua ataupun pemimpin gereja yang memanfaatkan jemaatnya untuk mengais untung. Dia berharap agar penatua betul-betul menjadi hamba Allah yang setia dan taat pada-Nya, sabar menanggung penderitaan dan rela hati berkorban untuk jemaat.

Bagi Paulus, model penggembalaan dalam keteladanan atau memberi contoh dan teladan kepada jemaat adalah bentuk pelayanan yang terbaik. Apalagi jika dilaksanakan dalan kehambaan dan kerendahan serta ketulusan hati. Ini sangat menyenangkan hati Tuhan.

Jauhkan kesombongan dan milikilah hati sebagai hamba dalam menggembalakan jemaat. Jadilah teladan dalam segala hal. Demikianlah kita memenuhi tugas dan panggilan pelayanan kita sebagai penatua atau sebagai apapun juga.

Sebagai kepuarga dan jemaat Kristen, kita juga adalah pelayan Tuhan. Kita juga dinasihati Petrus untuk menjadi hamba yang setia dan taat kepada Tuhan.

Harus rendah hati dan menjadi gembala dalam keteladanan kepada semua orang. Rela berkorban dan tidak memaksakan kehendak apalagi mencari untung.

Tapi hiduplah untuk menguntungkan orang lain. Sehingga dari cara hidup kita dan keluarga, nama Tuhan dimuliakan dan diagungkan. Amin

Doa: Tuhan Yesus, tuntun hidup kami agar senantiasa setia dan taat pada-Mu dan menjadi teladan dalam menggembalakan domba-domba-Mu. Pakailah kami terus menjadi berkat bagi semua orang. Amin. (Jackried Malueseng)

Berita terkait Bacaan Alkitab

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved