Berita Viral
Viral Video Benda Bercahaya Merah Jatuh dari Langit di Aceh, Begini Penjelasan BMKG, BPBD dan BRIN
Video viral memperlihatkan benda bercahaya merah jatuh dari langit di Aceh. Ini penjelasan BMKG, BPBD dan BRIN
TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral video memperlihatkan benda bercahaya merah jatuh dari langit di Aceh.
Video tersebut menjadi viral di media sosial. Rekaman video itu dibagikan akun Instagram, @acehredaksi, Jumat (15/10/2021).
Tampak benda bercahaya merah jatuh dari langit. Awalnya berjumlah satu buah, kemudian terbelah menjadi beberapa bagian.
Video berdurasi singkat itu direkam dalam suasana masih gelap. Pengunggah video menyebutkan fenomena itu terjadi wilayah Bener Meriah, Aceh.
"Benda bercahaya jatuh di langit Aceh. Sebuah fenomena alam yang tidak biasa dimana ada benda bercahaya terlihat jatuh dari langit.
Fenomena ini terjadi menjelang subuh di langit kawasan Simpang Lancang, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Kamis (14/10/2021)," tulis keterangan video.
Penjelasan BRIN
Menjawab fenomena tersebut, Kompas.com menghubungi Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang.
Andi menduga, benda bercahaya merah yang jatuh di langit Aceh itu adalah fireball atau bola api meteor.
"Karena bola kemerahan ini tampak meledak di udara, tetapi tidak disertai dentuman, bisa jadi bola kemerahan ini adalah fireball atau bola api meteor.
Bola api ini lebih terang dari Venus kecerlangannya," kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (16/10/2021).
Menurut Andi, warna kemerahan yang muncul pada bola api akibat kecepatan yang tinggi saat meteor melaju.
Menimbulkan reaksi kimiawi antara inti meteor dengan molekul gas nitrogen dan oksigen di sekitarnya pada atmosfer Bumi, yang ditandai dengan pijar berwarna merah.
"Dan saat ini memang sedang aktif hujan meteor Orionid sejak 2 Oktober hingga 7 November mendatang (puncak 21 Oktober) yang dapat disaksikan sejak pukul 10 malam," kata dia.
"Dan juga hujan meteor epsilon geminid yang aktif sejak 14-27 Oktober (puncak 19 Oktober) dengan waktu pengamatan yang sama dengan Orionid," imbuh dia.