Breaking News:

Berita Minsel

Oknum Guru SMA Negeri Motoling Resmi Ditahan, Diduga Cabuli Anak Didiknya 

Harapan warga agar oknum guru SMA Negeri Motoling, terduga cabul terhadap sejumlah siswa perempuan untuk segera ditahan, akhirnya tewujud.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Rhendi Umar
Humas Polres Minsel
Tersangka MMT alias Max, oknum guru SMA Negeri Motoling. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Harapan warga agar oknum guru SMA Negeri Motoling, terduga cabul terhadap sejumlah siswa perempuan untuk segera ditahan, akhirnya tewujud.

Jumat (15/10/2021) sore, Satreskrim Polres Minsel menerbitkan surat penahanan terhadap oknum guru berinisial MMT alias Max (49), warga Desa Motoling, Jaga IV, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Tersangka MMT kini mendekam di ruang tahanan Polres Kabupaten Minsel dengan mengenakan seragam baru berwarna orange.

Kasat Reskrim Polres Minsel, AKP Rio Gumara, ketika dikonfirmasi, membenarkan informasi itu.

"Iya, benar. Kami telah selesai melakukan pemeriksaan tersangka tindak pidana cabul terhadap anak yakni lelaki berinisial MMT dan pada petang hari ini yang bersangkutan resmi ditahan," ungkap Rio Gumara, Sabtu (16/10/2021).

Menurut Rio Gumara, penahanan terhadap MMT, tersangka tindak pidana cabul dilakukan setelah mereka memroses laporan korban dan saksi.

"Dasar penyidikan tindak pidana cabul yaitu Laporan Polisi Nomor LP/B/54/X/2021/SPKT/Res Minsel/Polda Sulut, tanggal 11 Oktober 2021 dan SP.Sidik/127/X/2021/Reskrim, Tanggal 11 Oktober 2021," terang Rio Gumara.

Sebelum menahan tersangka, Sat Reskrim Polres Minsel telah memeriksa 6 orang saksi serta telah melakukan gelar perkara dan menetapkan lelaki MMT selaku tersangka.

Akibat perbuatan tersangka oknum guru itu terancam pemecatan sebagai anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) dan akan menghadapi kurungan badan sekurang-kurangnya 5 tahun.

Sebab, pasal yang akan menjerat MMT, yakni pasal 82 ayat (1) Undang Undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Acaman hukuman sesuai pasal yang dipersangkakan yaitu pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 miliar rupiah," tandas Rio Gumara.

Diberitakan sebelumnya, pada Senin (11/10/2021) awal pekan ini, beredar foto seorang guru yang masih mengenakan seragam ASN, sedang memegang bagian payudara seorang siswi dengan seragam SMA.

Informasi diperoleh, foto ini diambil salah seorang teman korban saat pelaku melakukan aksinya pada 27 September 2021 lalu.

Diduga, korban cabul tersangka tidak hanya satu orang saja, melainkan lebih dari 10 orang.(rul)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved