Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Banting Mahasiswa

Alami Komorbid, Kondisi Kesehatan Mahasiswa yang Dibanting Polisi Memburuk, Begini Nasib Pelaku

FA beberapa kali memijat lengan kanannya. Selain itu, dia juga terlihat menggerakkan kepalanya secara ringan ke arah kiri, kanan, atas, dan bawah.

Kolase Foto Istimewa
Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Polisi saat Demo di Tangerang, Memburuk, Muntah-muntah hingga Leher Kaku 

Setelah dibanting dan ditendang, FA mengalami kejang-kejang. Sejumlah aparat kepolisian kemudian berusaha membantu korban.

2. Penjelasan versi polisi

Setelah aksi polisi banting mahasiswa itu beredar viral di media sosial, Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro kemudian menjelaskan kronologi yang terjadi.

Menurut Wahyu, peristiwa itu bermula saat tim negosiator Polres Kota Tangerang meminta perwakilan mahasiswa bertemu pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Padahal aksi unjuk rasa itu tidak memiliki izin lantaran tidak ada surat pemberitahuan yang dikeluarkan Polresta Tangerang.

Polresta Tangerang tak mengeluarkan izin karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 masih diterapkan di Kabupaten Tangerang.

Namun, para mahasiswa bersikeras ingin menggelar aksi unjuk rasa dan ngotot ingin bertemu Bupati Tangerang Zaki Iskandar.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi kemudian tak terhindarkan.

Saat aksi saling dorong terjadi, NP mengamankan FA, lalu membantingnya. Pada saat bersamaan, polisi menangkap 18 mahasiswa.

3. Brigadir NP minta maaf

Setelah video polisi banting mahasiswa disorot publik, brigadir NP kemudian meminta maaf kepada korban dan keluarganya.

"Saya meminta maaf kepada Mas FA atas perbuatan saya," ujar NP.

NP juga mengatakan, dia siap bertanggung jawab atas perbuatannya.

FA menerima permintaan maaf NP. Namun, FA menegaskan, dia tak akan melupakan kejadian tersebut.

"Saya sebagai sesama manusia menerima permohonan maaf tersebut, tapinya untuk lupa atas kejadian tersebut tentu saya tidak akan lupa," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved