Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Internasional

Pria Kaya Berharta Rp 2.932 Triliun Ini Ingin Bikin Pabrik Mobil Mewah di Planet Mars

CEO Space itu mengatakan bahwa mimpinya untuk "membangun pabrik di luar angkasa" mungkin tidak terjadi dalam waktu dekat.

Editor: Frandi Piring
Foto via 99.co
Planet Mars. Elon Musk ingin dirikan pabrik Tesla di Planet Mars. 

Untuk melakukannya, perusahaan Musk, SpaceX, sedang membangun roket Starship yang kuat (bersama dengan booster Super Heavy) yang dapat membawa manusia dan material ke bulan dan Mars.

Begitu manusia tiba di Mars, Musk mengatakan dia percaya bahwa sebanyak 1 juta orang dapat hidup di Mars pada 2050 di "kubah kaca" melalui rencana kontroversial untuk mengubah Planet Merah dan membuatnya layak huni.

Jika rencana itu berhasil, itu bukan pengalaman pertama Tesla di luar angkasa. Pada 2018, Musk mengirim Tesla Roadster merah bersama dengan boneka yang dikenal sebagai Starman, di roket Falcon Heavy.

Saat ini, Tesla Roadster berjarak sekitar 167 juta mil dari Bumi, menurut WhereisRoadster.com.

Gagasan untuk membangun industri di luar angkasa bukanlah hal baru bagi orang kaya di dunia.

Rencana pembangunan di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/mars' title='Mars'>Mars</a>.

(Foto: Rencana pembangunan di Mars. (Foto NASA)

Pada Juli setelah penerbangannya ke luar angkasa, pendiri Amazon dan Blue Origin Jeff Bezos mengatakan bahwa industri yang berpolusi perlu dipindahkan ke luar angkasa untuk melindungi lingkungan Bumi.

"Kita perlu mengambil semua industri berat, semua industri yang berpolusi, dan memindahkannya ke luar angkasa.

Dan menjaga Bumi sebagai permata indah dari sebuah planet ini," kata Bezos kepada MSNBC.

"Kita hidup di planet yang indah ini," lanjut Bezos.

"Anda tidak dapat membayangkan betapa tipisnya atmosfer Bumi ketika Anda melihatnya dari luar angkasa," imbuhnya.

"Kita tinggal di dalamnya, dan itu (atmosfer) terlihat sangat besar.

Rasanya, Anda tahu, atmosfer ini sangat besar dan kita bisa mengabaikannya dan memperlakukannya dengan buruk," ucapnya.

"Ketika Anda naik ke sana dan Anda melihatnya, Anda melihat betapa kecilnya dan betapa rapuhnya itu (atmosfer)," tarangnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved