Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Kamis 14 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB 1 Timotius 3:8-10 - Diaken Harus Terhormat dan Suci

Diaken (bhs.Yunani "diakonos" & bhs Arab "Syamas"). Diakonissa (diaken perempuan).Diaken artinya Pelayan(orang laki2/perempuan)

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Ilustrasi Bacaan Alkitab 

1 Timotius 3:8-10
TRIBUNMANADO.CO.ID - Diaken (bhs.Yunani "diakonos" & bhs Arab "Syamas"). Diakonissa (diaken perempuan).
Diaken artinya Pelayan(orang laki2/perempuan) yang melakukan pelayanan kasih, diakonia. Pengelola Sumber daya dan dana serta memelihara dan mempertanggungjawabannya.

Sebab itu menjadi DIAKEN ;
Bukan hanya syarat menjadi penilik jemaat saja yang berat dan ketat. Untuk menjadi Diaken juga _"sami mawon"_ (sama saja). Jika menilik syarat atau kriteria yang diamanatkan Paulus kepada Timotius, maka untuk menjadi penilik jemaat maupun diaken, haruslah orang yang "sempurna."

Ilustrasi Holy Bible
Ilustrasi Holy Bible (NET)

Kalau untuk menjadi penilik jemaat harus memenuhi 13 kriteria, disegani dan dihormati dalam keluarga, serta memiliki nama baik di luar jemaat, maka untuk menjadi diaken juga sama. Harus memenuhi 13 kriteria yang rada-rada sama beratnya.

Diaken haruslah orang terhormat, sudah teruji dan tidak bercacat. Keluarganya juga hendaklah hidup dalam kekudusan. Isteri atau suaminya, haruslah orang kudus dan hanya satu orang saja. TIDAK BERCABANG LIDAH. "mulu-mulu".

Paulus mengingatkn hal itu kepada Timotius mengingat begitu berat tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh seorang diaken. Maka dia haruslah orang yang benar-benar hidup kudus dan senantiasa takut akan Tuhan, sehingga nyata bersih kelakuan dan tutur katanya.
Beginilah firman Tuhan hari ini.

  "Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah,
  melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci.
  Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat."* (ay 8-10)_

Ketigabelas kriteria yang harus dimiliki seorang diaken itu adalah,
orang terhormat (1), jangan bercabang lidah (2), jangan penggemar anggur (3), jangan serakah (4), memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci (5), sudah teruji (6), tak bercacat (7), isterinya hendaklah orang terhormat ( , jangan pemfitnah (9), menahan diri (10), dapat dipercayai dalam segala hal (11), suami dari satu isteri (12), mengurus anak-anak dan keluarganya dengan baik (13), (ay 8-12).

Seperti kriteria penilik jemaat, untuk menjadi diaken juga menekankan tentang pentingnya peran domestik seorang calon diaken dalam keluarga. Mulai dari memiliki isteri atau sebagai isteri yang baik dan dihormati, suami 1 isteri, mengurus anak dan keluarga dengan baik, tidak suka "karlota" (bercabang lidah), suka antar mulu-mulu, dll.

Artinya bahwa ternyata, kehidupan dalam keluarga menjadi hal yang sangat penting dan mendasar bagi seorang diaken.

Diaken haruslah orang terhormat, teruji juga tahan uji, dan tidak bercacat. Inilah hal-hal mendasar dan penting yang harus dimiliki oleh setiap calon diaken. Jadi, tidak semua orang dan tidak sembarangan orang jadi diaken. Tapi hanya orang tertentu saja yang "kelakuannya baik."

Terhormat yang dimaksudkan adalah calon diaken hidup kudus, menjaga diri dari segala yang jahat dan melakukan segala sesuatu yang baik dan tidak berkompromi dengan kejahatan apapun. Memiki jati diri dan integritas yang kuat sehingga tidak gampang dipengaruhi oleh ajaran yang salah. Tapi tetap hidup memuliakan Tuhan.

Diaken, harus seorang yang sudah teruji tahan uji dan konsisten pada kebaikan di dalam Tuhan. Artinya, meski badai mengamuk dan berbagai tantangan menghadang, dia tetap hidup berkenan kepada Tuhan. Jadi, diaken bukanlah untuk diujicoba. Tapi untuk ditempati dan diduduki oleh orang yang sudah teruji iman dan pelayanannya. Bukan untuk ujicoba atau coba-coba.

Kriteria lain adalah hidup tidak bercacat. Inilah yang sulit. Sebab tak ada satupun manusia yang tidak bercacat dalam hidupnya. Tapi setidaknya, yg dipilih adalah dia yg memiliki keverdasan rohani, yg tetap menjaga hidupnya bersih di hadapan Tuhan, sesuai kemampuannya sebagai manusia yg hati seorang hamba. Bukan Raja Berkuasa.
Allah tidak menghendaki hamba-Nya hidup dalam kekotoran dan kenajisan. Tapi harus hidup benar dan baik di hadapan Tuhan.

Semua keluarga dan jemaat Kristen adalah calon diaken. Peliharalah hidup kita dengan baik dalam ukuran dan panduan Firman Tuhan. Jika kita hidup berpegang pada Firman Tuhan dan melakukan itu dalam setiap prilaku hidup kita, maka kita layak menjadi diaken maupun penilik jemaat.

Namun, kita tentu menjaga hidup kita bersih dan benar sesuai amanat Rasul Paulus, tidak harus karena momentum Pemilihan Pelayan Khusus; pencalonan atau keinginan untuk menjadi penilik jemaat atau diaken/penatua.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved