Breaking News:

TNI AD

6 Anggota TNI AD Disidang di Pengadilan Militer Manado, Aniaya Praka Gerson Kumaralo Sampai Tewas

Kasus dugaan penganiyaan oleh 6 anggota TNI AD berujung tewasnya Praka Candra Gerson Kumaralo, Anggota Yonif Raider 716 Mutuliato,

Editor: Aldi Ponge
Pengadilan Militer Manado
Para terdakwa terduga kasus penganiaayaan berujung kematian Praka Candra Gerson Kumaralo, Anggota Yonif Raider 716 Mutuliato, Gorontalo mulai disidangkan di Pengadilan (Dilmil) III-17 Manado, 12 Oktober 2021. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Kasus dugaan penganiyaan oleh 6 anggota TNI AD berujung tewasnya Praka Candra Gerson Kumaralo, Anggota Yonif Raider 716 Mutuliato, Gorontalo mulai disidangkan di Pengadilan Militer (Dilmil) III-17 Manado.

Sidang perdana kasus dugaan pidana tingkat pertama ini digelar ruang sidang utama Dilmil Manado, Selasa (12/10/2021).

Sebagaimana dijelaskan dalam keterangan tertulis keep Tribunmanado.co.id, enam terdakwa yang dihadirkan dalam persidangan yakni Letda Inf MT (terdakwa-1), Praka IIr (terdakwa-2), Praka S (terdakwa-3), Praka Ir (terdakwa-4), Praka RT (terdakwa-5) dan Serda VS (terdakwa-6).

Majelis Hakim persidangan diketuai  Letnan Kolonel Sus Jonarku SH MH didampingi hakim anggota Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya SH MH dan Mayor Laut (KH) Prana Kurnia Wibowo, SH dan Panitera Pengganti atas nama Pelda Nurman SH.

Sidang dibuka dan terbuka untuk umum yang dihadiri Oditur Militer Letkol Sus Andi Hermanto SH dan Penasihat Hukum  Letkol Chk I Nyoman Arta Wijaya SH dan Kapten Chk Pius Sinaga.

Persidangan itu juga menghadirkan para saksi. Agenda sidang dimulai dengan pembacaan dakwaan dari Oditur Militer.

Dimana, Oditur Militer mendakwa para terdakwa dengan dakwaan alternatif pertama, militer yang dalam dinas dengan sengaja memukul atau memukul seorang bawahan atau dengan cara lain menyakitinya atau dengan tindakan nyata mengancam dengan kekerasan mengakibatkan kematian, yang dilakukan secara bersama-sama.

Dakwaan itu sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut Pasal 131 ayat (1) jo ayat (3) KUHPM Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Alternatif kedua, "Penganiayaan yang mengakibatkan kematian yang dilakukan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri”, sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut Pasal 351 ayat (1) jo ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Atas dakwaan tersebut para terdakwa dan penasihat hukum tidak mengajukan eksepsi.

Persidangan dilanjutkan pemeriksaan para saksi. Dari 14 (empat belas) saksi yang diajukan baru 2 (dua) orang saksi yang selesai diperiksa.

Selanjutnya pada pukul 17.45 Wita persidangan ditunda dan dibuka kembali pada hari Rabu tanggal 13 Oktober 2021 dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan.

Sidang yang juga dihadiri oleh keluarga korban dan para pengunjung persidangan lainnya, berjalan dengan tertib, aman dan lancar.(ndo)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved