Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bursa Capres

Ganjar Pranowo Pilih tak Lawan Bambang Pacul yang Bilang Barisan Celeng

Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 terbilang masih jauh, namun dinamika di internal PDI Perjuangan semakin memanas.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Papua
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dideklarasikan masyarakat Papua Barat sebegai Presiden. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 terbilang masih jauh, namun dinamika di internal PDI Perjuangan semakin memanas.

Terutama di Jawa Tengah yang merupakan kandang banteng

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menanggapi sindiran Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul soal barisan celeng (babi hutan).

Adapun, Bambang sempat menyebut para kader yang ikut mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 dari PDIP adalah barisan celeng.

Bursa Calon Presiden Pilpres 2024. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Bursa Calon Presiden Pilpres 2024. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Fofo AFP/Pemprov DKI Jakarta/Jateng)

Ganjar pun menanggapi sindiran Bambang Pacul dengan santai.

Menurut Ganjar, sindiran tersebut hanya mengingatkan para kader untuk tertib pada aturan partai.

"Itu mengingatkan agar semua tertib, gitu aja," ujar Ganjar, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Disebut Celeng oleh Bambang Pacul, Kader PDIP Pendukung Ganjar Siap Dipecat hingga Kata Pengamat

Sebelumnya, pernyataan Bambang Wuryanto yang menyebut kader partai yang bicara soal calon presiden (capres) 2024 bukan banteng.

Tetapi, ia menyebut celeng, sebagai lanjutan adanya pengurus yang mendukung Ganjar Pranowo.

Kader tersebut adalah Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Purworejo Albertus Sumbogo.

Albertus Sumbogo mengatakan, simpatisan dan kader PDI Perjuangan yang mendukung Ganjar Pranowo hanya menyampaikan aspirasi sebelum Megawati memutuskan capres dari partai banteng itu untuk Pilpres 2024.

Iklan untuk Anda: Gadis dari Desa Hasilkan 12 Miliar dalam 28 Hari dengan Cara Ini
Advertisement by

Ikhtiar politik ini supaya memengaruhi Bu Mega, bisa juga lebih objektif memandang kader PDIP yang baik dan memang punya kans menang,” kata Albertus, Senin (11/10/2021), seperti ditulis KOMPAS TV.

Di sisi lain, ia mengaku siap menerima sanksi hingga pemecatan sebagai kader PDIP, bila dinilai melanggar aturan partai.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved