Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Pukul 19.00 WIB, Pasutri Tewas Tertabrak Kereta, Mobil Korban Terseret 100 Meter

Terjadi kecelakaan maut di Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah pada kemarin hari Senin malam tadi.

TRIBUN MEDAN / HO
Ilustrasi kecelakaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah pada kemarin hari Senin malam tadi.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan kereta api dengan kendaraan mobil.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia.

Baca juga: Ada Apa dengan Vaksin Covid-19 Moderna Sampai 3 Negara Setop Pengunaannya, Setekah Diusut Ternyata

Baca juga: Istri Kesembilan Presiden Soekarno Meninggal, Heldy Djafar Dinikahi Presiden Saat Jadi Paskibraka

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Malam, Suami Istri Tewas Tertabrak Kereta Api, Warga Dengar Bunyi Ledakan Keras

Foto: Kecelakaan antara KA Gajayana dan sebuah mobil terjadi di Sidoharjo, Sragen, Senin (11/10/2021). (TribunSolo.com/Istimewa)

Kecelakaan antara KA Gajayana dengan mobil Isuzu Panther membuat dua nyawa warga Kabupaten Sragen melayang.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Senin (11/10/2021) pukul 19.00 WIB.

Akibatnya pasangan suami istri (pasutri) paruh baya, yakni Hadi Mulyono (61) dan Sukinem (58), asal Dukuh Dayu, Desa Jurangrejo, Kecamatan Karangmalang tewas seketika.

Berdasarkan kronologi versi PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan warga sekitar, kecelakaan maut tertabraknya mobil sangat singkat.

Seorang saksi waega sekitar, Tarno mengungkapkan, mobil korban melaju dari selatan ke utara, sementara dari arah berlawanan ada KA Gajayana yang melintas.

"Mobil lain berhenti, mobil korban tetap jalan.

KA langsung tabrak mobil korban, hingga terseret dan terpental 30-100 meter," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Saat itu suasana lanjut dia tegang dan menggemparkan, karena warga sempat mengira ledakan ban mobil sehingga berlarian mendekat.

"Infonya ada yang teriak kalau ada kecelakaan, warga terus pada lari semua mendekat," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved