Breaking News:

RHK Jumat 8 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB  Keluaran 18:23-24 - Kritikan Yitro dan Kerendahan Hati Musa

Kritik keras namun konstruktif Yitro kepada Musa, tidak membuat Musa tersinggung. Padahal dia seorang pemimpin besar, berpengaruh dan kharismatik.

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa
Ilustrasi Nabi Musa 

 Keluaran 18:23-24
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kritik keras namun konstruktif Yitro kepada Musa, tidak membuat Musa tersinggung. Padahal dia seorang pemimpin besar, berpengaruh dan kharismatik. Musa menerima itu dalam kerendahan hati. Yitro melengkapi kritiknya itu dengan advis dan nasihat-nasihat.

Semua kritik diterima Musa dalam kerendahan hati. Dan, semua advis, nasihat dan wejangan Yitro, dijalankan dan dilakukan sepenuhnya oleh Musa. Tak ada satupun masukan Yitro yang tidak dilakukan oleh Musa.

Ilustrasi Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari kezaliman Fir'aun
Ilustrasi Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari kezaliman Fir'aun (NET)

Musa tentu tidak menelan mentah-mentah advis Yitro, tanpa berpikir. Namun setelah dia pikir, renungkan dan analisa dengan seksama, semua yang disampaikan mertuanya itu baik dan benar adanya. Cocok dan harus dia lakukan dengan segera. Sebab dengan demikian, dia bisa melaksanakan tugasnya dengan mudah, lancar dan sukses. Efisien, efektif dan produktif.

Tak ada yang tidak dilakukan oleh Musa. Semua saran dan nasihat Yitro diikuti dan dilaksanakan dengan sepenuh hatinya. Diapun menuai sukses karena semua umat Israel pulang dengan senang ke tempatnya masing-masing.
Demikian firman Tuhan hari ini.

  "Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya."  

Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya. (ay 23, 24)_

Mendengar, mengikuti dan melakukan kritik dan saran orang, tidak segampang yang diucapkan. Apalagi oleh seorang pemimpin sebesar Musa. Kekuasaan Musa "super power." Tapi, dia pemimpin yang rendah hati dan takut akan Tuhan. Dia tidak mengeraskan hati, tapi mau mendengar karena dia memiliki hati seorang hamba.

Itulah kunci keberhasilan Musa dalam kepemimpinannya. Dalam segala kemegahan kekuasaan yang Tuhan percayakan kepadanya, tidak membuat dia lupa diri dan merasa "jumawa" (paling hebat). Dia tidak menganggap rendah orang lain yang ketika itu semua berada di bawah "kekuasaannya."

Itulah pesan firman Tuhan bagi kita di hari ini. Yakni tentang kerendahan hati, mau mendengar, dan sedia menerima kritikan, masukan dan nasihat. Tidak "over confident" dan merendahkan orang lain karena merasa diri paling pantas atau paling baik dan paling benar.

Kritikan sering menjadi "musuh" para pemimpin. Terkadang, bukan pemimpin yang anti kritik, tapi para "dayang-dayangnya" yang merasa terusik dengan kritikan untuk sang pemimpin. Sehingga siapa pun yang mengeritik pasti dimusuhi dan dijadikan musuh bersama. Kritik sering dianggap sebagai tindakan anti kemapanan, negatif dan menjatuhkan. Padahal tidak juga.

Hendaklah kita meneladani Musa yang memiliki kerendahan hati, mendengar dan menerima kritik serta menuruti saran dan nasihat, sehingga keberhasilan yang akhirnya dituai. Semua orang di sekitarnya pun diberkati bersama, seperti yang terjadi pada Musa, umat Israel dan Yitro sendiri.

Itulah yang hendaknya terjadi dan dilakukan oleh kita sebagai keluarga dan jemaat Kristen. Harus memiliki kerendahan hati. Milikilah selalu hati sebagai hamba, mau mendengar dan menerima kritik. Tapi, jika kita yang mengeritik, hendaklah tidak ada maksud negatif. Artinya kritik yang dilakukan haruslah konstruktif, bukan destruktif.

Sehingga baik yang dikritik maupun yang mengeritik sama-sama dibangun dan diberkati untuk jadi berkat bagi semua orang. Dengan demikian, semua yang kita lakukan berhasil dan nama Tuhan senantiasa dipuji, dimuliakan dan diagungkan. Amin

 DOA: Tuhan Yesus, tuntun kami agar hidup rendah hati, mau mendengar kritik dan mengikuti nasihat yang baik, sehingga kami jadi berkat bagi sesama. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved