Breaking News:

MTPJ 3 9 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB - Keluaran 18 : 13 – 27 - Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan

Bulan Oktober 2021 bagi warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) adalah waktu persiapan, perenungan dan pemantapan diri

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa
Ilustrasi Nabi Musa 

MTPJ 3 – 9 Oktober 2021
Tema Bulanan: Menjawab Panggilan Untuk Melayani.
Tema Mingguan: Pilihlah Orang Yang Cakap Dan Takut Akan Tuhan.
Pembacaan Alkitab: Keluaran 18 : 13 – 27.

ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan Oktober 2021 bagi warga Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) adalah waktu persiapan, perenungan dan pemantapan diri untuk menentukan kerja pelayanan di periode 2022 – 2026, yang ditandai dengan Pemilihan calon Diaken dan Penatua, serta Pemilihan calon Pengurus Komisi Pelayanan Kategorial Pria/Kaum Bapa, Wanita/Kaum Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak (KOMPELKA BIPRA), bahkan Pengurus Kelompok Pelayanan Lanjut Usia.

Sebagai gereja yang dewasa, semua warga GMIM telah lama melakukan proses ini sebagai bagian dari dinamika pelayanan yang bersifat demokratis (musyawarah mufakat) dan berdasarkan Kristokrasi (pemerintahan Kristus).

Walaupun sangat disadari bahwa ada orang-orang tertentu dalam jemaat yang terlalu ambisi sehingga menjalani proses pemilihan ini dengan cara-cara yang tidak gerejawi, tidak Kristokratis misalnya memaksakan sesuatu yang bertentangan Tata Gereja.

Ilustrasi Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari kezaliman Fir'aun
Ilustrasi Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari kezaliman Fir'aun (NET)

Oleh sebab itu, sangat perlu bagi kita untuk terus mengingat bahwa meskipun pemilihan ini sudah sering dilakukan, tetapi kita semua dituntut untuk kembali memahami bahwa proses pemilihan Pelsus itu di satu pihak terlihat sama dengan proses pemilihan pada umumnya, namun ada hal-hal prinsip yang sangat berbeda, yaitu pemilihan calon Pelsus selalu harus berdasarkan Firman Allah, seperti yang dikatakan dalam Yohanes 15:16a “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu; bahkan tujuan pemilihannya juga berbeda, yaitu seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus bahwa segala sesuatu dilaksanakan untuk kemuliaan Kristus (Roma 11:36). Itu berarti bahwa pemilihan calon Pelsus harus berlangsung dalam hikmat dan takut akan Tuhan; demikian juga yang akan dipilih dan yang terpilih harus orang yang takut akan Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Keluaran dalam bahasa Ibrani: we’eleh syemot artinya “inilah nama”, dan septuaginta (LXX) menyebutnya “Exodos” atau bahasa Latin dan Inggris menyebutnya “Exodus” artinya “Keluaran” adalah kitab sejarah bangsa Israel yang dimulai dari kisah penindasan di Mesir dan kelahiran, pelarian serta pemanggilan Musa (psl. 1:1-4:31) sampai pendirian Kemah Suci dan Kemuliaan Allah memenuhi Kemah Suci (psl. 35:1-40:38). Selain itu, kitab Keluaran juga merupakan kisah tentang perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Lembah Sinai, yang dalam perikop pasal 18:13-27 ini dikisahkan tentang tibanya bangsa Israel di Rafidim, yaitu sebuah lembah yang terletak di sebelah barat daya Gunung Sinai.

Di Rafidim ada tiga peristiwa penting yang patut diingat, yaitu: pertama, pemberontakan bangsa Israel terhadap Allah karena tidak ada air untuk diminum, dan atas perintah Allah, Musa memukul sebuah batu lalu keluar air sehingga bangsa itu minum, dan Musa menamai tempat itu Masa dan Meriba (17:1-7); kedua, bangsa Israel berperang melawan orang Amalek dan mereka menang karena pertolongan Tuhan (17:8-16); dan ketiga, kunjungan Yitro Imam di Midian, mertua Musa dan Zipora istri Musa untuk menyaksikan perbuatan Allah yang memimpin Musa dan bangsa Israel keluar dari Mesir (18:1-12).

Ilustrasi Nabi Musa membelah lautan agar Kaum Bani Israil bisa lari dari kejaran Fir'aun
Ilustrasi Nabi Musa membelah lautan agar Kaum Bani Israil bisa lari dari kejaran Fir'aun (Net)

Perikop pasal 18:13-27 merupakan sambungan dari perikop sebelumnya yang secara khusus menguraikan tentang pengangkatan para hakim oleh Musa atas anjuran Yitro mertuanya, karena bagi Yitro, Musa tidak akan sanggup melakukan tugas itu sendiri, terutama dalam menghakimi perkara orang Israel satu demi satu.

Karena menurut Yitro tindakan ini tidaklah baik, sebab akan membuat Musa dan bangsa itu menjadi lelah (ayat 18), bahkan tidak menjamin bahwa pekerjaan itu akan selesai pada hari itu juga. Yitro menasehatkan agar Musa melakukan beberapa hal; pertama: “wakililah bangsa itu di hadapan Allah” (ayat 19b), artinya Musa harus bertindak menjadi pengantara bagi bangsa Israel dihadapan Allah, kedua: mengajarkan mereka tentang ketetapan dan keputusan Allah atas berbagai permasalahan yang terjadi di tengah bangsa itu, ketiga memberitahu mereka jalan yang harus mereka jalani dan pekerjaan yang harus mereka lakukan (ayat 20), dan keempat: mengangkat pemimpin atas suku-suku mereka, yaitu pemimpin seribu orang, seratus orang, lima puluh orang dan sepuluh orang (ayat 21), yang kemudian mereka disebut sebagai Hakim.

Dalam memilih dan menetapkan pemimpin-pemimpin ini untuk menjadi Hakim, Yitro menasihatkan Musa supaya mempertimbangkan kepribadian mereka dalam beberapa kriteria, yaitu: Cakap artinya, memiliki kesanggupan atau kemampuan untuk menjalankan tugas; Takut akan Allah artinya, orang yang taat dan tetap menjaga kekudusannya di hadapan Allah; dapat dipercaya artinya, mampu menempatkan diri dalam posisi hidup yang benar dan tidak mudah dibujuk atau dibelokkan pada sesuatu yang tidak benar; dan benci terhadap pengejaran suap, artinya tidak cinta uang atau benci terhadap perilaku korupsi atau tidak menjual kebenaran hanya karena uang (ayat 21). Inilah yang kemudian berlaku sampai bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan.

Makna dan Implikasi Firman
Sesuai dengan Kalender Pelayanan GMIM Tahun 2021, bila Tuhan kehendaki, pada hari Jumat, 15 Oktober 2021 akan dilaksanakan Pemilihan Calon Diaken dan Penatua; dan hari Minggu, 17 Oktober 2021 akan dilaksanakan Pemilihan Calon Pengurus Komisi Pelayanan Kategorial Bapa, Ibu, Pemuda Remaja dan Anak (Kompelka BIPRA).

Untuk itu kita dituntun oleh Firman Tuhan, bahwa yang akan kita pilih adalah orang-orang yang dipersiapkan untuk pekerjaan pelayanan bagi Tuhan, walaupun masih ada anggota sidi jemaat yang memilih karena ada unsur kedekatan, pertemanan, bahkan karena ada hubungan keluarga atau kerabat; namun yang pasti kriteria sederhana seperti yang dinasihatkan oleh Yitro kepada Musa harus menjadi ukuran dalam memilih calon Diaken dan Penatua serta Pengurus Kompelka BIPRA. Dan kriterian-kriteria itu, sudah dirangkum dan termuat dalam Keputusan BPMS-GMIM Tentang Pemilihan Tahun 2021.

Memang dalam pengalaman, unsur-unsur kedekatan, pertemanan bahkan kekeluargaan tidak selalu menjamin pelayanan itu akan berlangsung dengan baik, sebab ada kalanya dalam jemaat ditemukan bahwa sesudah pemilihan muncul kelompok-kelompok yang saling bertentangan, bahkan ada yang terus membawa “dendam” atas hasil pemilihan, yang akhirnya melahirkan perselisihan dan perpecahan dalam pelayanan jemaat.

Karena itu, di masa persiapan pemilihan ini, marilah kita terus berdoa kepada Tuhan, agar kita diberi hikmat untuk memilih orang-orang yang cakap dan takut akan Tuhan, dapat dipercaya serta benci terhadap suap, sehingga pelayanan GMIM semakin memuliakan Tuhan dan kita semua diberkati.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved