Breaking News:

Berita Sulut

Masuk Mall Wajib Instal Aplikasi Peduli Lindungi, Pengamat Epidemiologi: Tetap Terapkan 3M

Pelonggaran aktivitas perekonomian tentu saja akan meningkatkan jumlah orang diruang publik, di Mall dan sarana hiburan seperti bioskop.

Penulis: Majer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
andreas ruauw/tribun manado
Pengguna aplikasi peduli lindungi di Megamall Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo mengatakan dengan pelonggaran aktivitas perekonomian tentu saja akan meningkatkan jumlah orang diruang publik, di Mall dan sarana hiburan seperti bioskop.

Namun, kata Manoppo, untuk tetap mengedepankan prokes sebagai jalan mencegah penularan maka jumlah orang dalam satu ruangan perlu diatur agar aspek menjaga jarak bisa dipertahankan, kemudian bisa dipastikan bahwa yang mengunjunginya memiliki risiko rendah untuk menularkan dan atau ditulari.

"Nah untuk memudahkan hal ini, maka pemerintah menghadirkan aplikasi peduli lindungi yang cukup praktis untuk memantau pergerakan, memberi peringatan mengenai

pengunjung, status vaksinasi, bahkan tes-tes covid yang telah dilalui," jelas Manoppo kepada Tribun Manado.

Menurutnya, Penggunaan aplikasi ini sudah diterapkan di DKI jakarta dan kota besar pulau jawa, kita disini baru dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2021.

"Namun ada banyak kendala yang harus diantisipasi oleh pengelola pusat perbelanjaan dan hiburan, yaitu aplikasi ini sangat bergantung pada server kominfo yang sewaktu-waktu mengalami error atau down," beber Manoppo.

Selain itu, aplikasi ini bisa dipengaruhi oleh masalah jaringan yang membuat aplikasi ini tidak bisa diakses, juga ada masalah mengenai pengunjung yang tidak memiliki smartphone.

"Sebaiknya juga menghimbau kepada pengunjung untuk selalu membawa bukti fisik seperti sertifikat/kartu vaksin , agar apabila ada kendala aplikasi maka pengunjung tidak akan berkerumun di pintu masuk," tegas Manoppo.

Disatu sisi, memang di manado sendiri pusat perbelanjaan masih sering digunakan sebagai tempat vaksinasi, dengan melonjaknya kunjungan maka perlu untuk memperhatikan pelaksanaan 3M terutama bagi calon penerima vaksin.

"Hal ini dilakukan agar calon penerima vaksin yang belum memiliki kekebalan lebih terlindungi dan tidak terjadi penularan yang baru," tutup Dosen Epidemiologi dari Unima ini. (Mjr)

Baca juga: Warga Lubang Buaya Saksikan Awal Pembunuhan 6 Jenderal G30S PKI, Syakrim: Saya Minta Mereka Jangan

Baca juga: Ini Kata Pengamat Soal Potensi Atlet Sulut di Kancah Nasional

Baca juga: SOSOK Alifia Meidia Namasta, Atlet Sepatu Roda yang Raih 3 Emas di PON XX Papua, Mahasiswi Undip

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved