G30S PKI
Kisah Soetanti, Istri DN Aidit Bertengkar di Malam G30S PKI, Tinggalkan Rumah dan Lari dengan Bupati
DN Aidit sebagai pemimpin PKI membuat partai tersebut menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit mempunyai istri bernama Soetanti
Kehidupan Soetanti yang menjadi istri bagi DN Aidit ketika sang suami menjadi incaran saat pecahnya G30S PKI 1965.
Nasib miris diterima keluarga, anak dan istri DN Aidit.
Seorang DN Aidit memang menjadi perbincangan di tahun 1945.
Pada tahun itu DN Aidit terpilih menjadi anggota Central Comitee (CC) PKI pada Kongres PKI.
Selanjutnya, Aidit terpilih juga menjadi Sekretaris Jenderal PKI.
DN Aidit sebagai pemimpin PKI membuat partai tersebut menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia setelah Uni Soviet dan Tiongkok.
Kisah cerita Soetanti, istri DN Aidit yang nyamar dengan Bupati Boyolali saat G30S PKI. Ketahuan dan akhirnya dipenjarakan. (via Facebook)
Perjalanan DN Aidit sebagai pemimpin tak terlepas dari pengalaman pendidikan yang melatarbelakanginya.
Dilansir dari Wikipedia, pria kelahiran Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, 30 Juni 1923.
DN Aidit merantau ke Jakarta dan meninggalkan tanah kelahirannya pada tahun 1940.
Pada masa kecilnya, Aidit mendapatkan pendidikan Belanda.
Ayahnya, Abdullah Aidit, ikut serta memimpin gerakan pemuda di Belitung dalam melawan kekuasaan kolonial Belanda, dan setelah merdeka sempat menjadi anggota DPRS mewakili rakyat Belitung.
Abdullah Aidit juga pernah mendirikan sebuah perkumpulan keagamaan, "Nurul Islam", yang berorientasi kepada Muhammadiyah.
Keluarga Aidit berasal-usul dari Maninjau, Agam, Sumatra Barat.