Penemuan Mayat
Terungkap Mayat Terapung di Pantai Desa Sapa Minsel, Ini Keterangan Keluarga
Identitas mayat yang ditemukan pada pagi tadi, Rabu (29/9/2021), di pantai Desa Sapa, Kabupaten Minsel, Provinsi Sulawesi Utara, terungkap.
Penulis: Rul Mantik | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Identitas mayat yang ditemukan pada pagi tadi, Rabu (29/9/2021), di pantai Desa Sapa, Kabupaten Minsel, Provinsi Sulawesi Utara, terungkap.
Ternyata, mayat yang ditemukan terapung itu adalah Julian Lahengko (39), warga Kelurahan Ranomea, Lingkungan 2, Kecamatan Amurang Timur.
Diakui Thelma, tante korban, mayat itu adalah ponakannnya. "Korban adalah keluarga kami. Dia ponakan saya," aku Thelma.
Dia bisa memastikannya karena celana pendek yang dikenakan korban adalah celana Julian Lahengko.
"Kami mengenalinya dari celana yang dia pakai. Celana pendek dengan gambar nenas. Itu memang biasa dia pakai," ungkapnya.
Menurut Thelma, Julian hilang sejak Senin (27/9/2021). Sebab, terakhir anggota keluarga Julian melihat julian pada Pukul 17.00 Wita di Hari Senin.
"Sebelum jam 5 sore, julian bilang dia mau tidur karena mengantuk. Tapi ada orang lain yang melihat, dia tidak tidur tapi keluar rumah dan berpapasan dengan mereka sekitar jam 5 sore," terang Thelma.
Sejak saat itu Julian tidak pulang lagi ke rumah. Karena tidak pulang, keluarga Julian memberitahukan kepada pemerintah desa dan diumumkan pakai toa, meminta masyarakat yang melihat korban untuk disuruh pulang.
Diakui juga oleh Thelma, korban sementara dalam perawatan dokter. Dia mengidap penyakit asam lambung.
"Kami yang selalu membawa dia ke dokter kalau kambuh. Julian memang sedang dalam perawatan dokter," ungkapnya.
Pada Rabu pagi menjelang siang, mereka mendapat kabar bahwa ada penemuan sesosok mayat terapung di Pantai Desa Sapa.
Dari ciri-ciri korban yang ada di foto, mereka yakin bahwa itu adalah keluarganya.
"Saya sudah lihat di foto. Itu suami saya," kata isteri Julian sambil menangis.
KBO Polair, Iptu JE Pajow, ditemui saat evakuasi mengatakan, mereka mendapat kabar dari masyarakat soal penemuan mayat.
"Setelah mendapat informasi, kami langsung ke TKP dan menghubungi Basarnas untuk evakuasi," ujar Pajow.