Breaking News:

Berita Bolsel

Tahun 2021 Ini, 22 Anak dan Perempuan di Bolsel Alami KDRT

Kepala satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bolsel AKP DJ Djelny Kairupan mengatakan, kasus terbanyak di tahun 2021 kasus PPA.

Penulis: Indra Wahyudi Lapa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Indra Lapa
Kasat Reskrim Polres Bolsel, AKP DJ Djelny Kairupan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoSepanjang tahun 2021, hingga September ini ada 22 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). 

Kasus-kasus tersebut termasuk kasus pencabulan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). 

Kepala satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bolsel AKP DJ Djelny Kairupan mengatakan, kasus terbanyak di tahun 2021 kasus PPA.

"Di tahun 2020 dan 2021 ini sama kasusnya, yang paling banyak kasus PPA 22 kasus, termasuk cabul anak dan KDRT," jelas dia ketika ditemui tribunmanado.co.id, Rabu (29/9/2021).

AKP DJ Djelny Kairupan mengatakan, pihaknya samapai saat ini telah menerima sebanyak 63 laporan terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan.

"Kasus PPA 22, pencurian 14 kasus, Penganiayaan 12 kasus, Penipuan Penggelapan 10 kasus. Sisanya, pemalsuan pencemaran nama baik dan penyeboratan," ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait upaya yang dilakukan pihaknya, memberikan penyuluhan hukum, pencerahan kepada masyarakat, dan melakukan patroli setiap malam.

"Ketika ada yang ditemukan saat patroli, maka pertama kami berikan pencerahan kemudian dipulangkan. Nah ketika ditemui kembali dihari berikutnya, maka kami akan undang orang tuanya," tegas dia

Satu yang harus menjadi perhatian, tidak adanya Peraturan Daerah (Perda) anak dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Semoga Perda perlindungan anak akan segera terbit, peraturan itu akan sangat membantu kami," harapannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved