Ekspor Pertanian
Perdana, Sulut Ekspor 2 Ton Tanaman Stevia ke Korea Selatan
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi ekspor terhadap dua ton tanaman stevia tujuan Korea Selatan
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Komoditas ekspor Sulut kian beragam. Setelah sukses beberapa bulan dibudidayakan, tanaman Stevia asal Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), resmi diekspor perdana.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado melakukan sertifikasi ekspor terhadap dua ton tanaman stevia tujuan Korea Selatan.
Pelepasan ekspor dilaksanakan Selasa 28 September 2021 dan dihadiri Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan, Kepala Bea Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Yeittij Fonnie Roring dan instansi terkait lainnya.
Donny mengatakan, menurut informasi dari pengelola perkebunan, penyiapan lahan dan penanaman bibit sudah dilakukan dari tahun lalu dan terus dikembangkan sampai sepuluh tahun ke depan.
"Selanjutnya pihak Stevia Farm berencana akan mengembangkan perkebunan tersebut hingga 40.000 ha dengan bermitra dengan petani lokal,” kata Donny kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (29/09/2021).
Donni mengatakan bahwa sebanyak dua ton tanaman stevia yang dilepas ekspor.
Sebelumnya, Stevia Farm Korea memutuskan Sulut sebagai daerah yang paling tepat untuk pengembangan tanaman berdaun manis tersebut dan akhirnya sukses dibudidayakan di lahan milik warga setempat.
Stevia merupakan bahan pemanis pengganti gula tebu yang diklaim lebih sehat karena memiliki kalori yang rendah.
Terbukti tanaman ini telah lama dikenal di negara – negara maju seperti Korea dan Jepang.
Pasar tanaman stevia di luar negeri sangat tinggi karena diproduksi sebagai pemanis pengganti gula tebu untuk produk makanan, minuman dan kosmetik.
“Bersama dengan pemerintah daerah dan semua pihak, kita akan dukung investasi ini, dan PT. BKS kian menambah deretan ekspotir baru Sulut tahun ini, total keseluruhan ada 16 eksportir baru yang dominasi oleh kaum milenial,” tambahnya.
Kepala Bea dan Cukai Sulbagtara Cerah Bangun mengatakan kegiatan ekspor akan meningkatkan perekonomian masyarakat daerah terlebih pada masa pandemi Covid-19.
Kata Cerah, barang yang diekspor berupa Stevia Dried Leaves dan Small Stems atau stevia dikeringkan dengan tonase netto 1.996,76 Kg, Bruto 2.275,96 Kg.
"Ekspor stevia itu sebagai upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan menjalankan fungsi sebagai fasilitator perdagangan dan sebagai industrial assistance," jelas Cerah.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Yeittij Fonnie Roring mengatakan bahwa Pemprov Sulut akan selalu mendukung ekspor pertanian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/eskpor-tanaman-stevia-dari-sulut1.jpg)