Breaking News:

Nasional

Kapolri Listyo Sebut Bakal Rekrut Pegawai TWK Nonaktif KPK Jadi ASN Polri, Disetujui Presiden Jokowi

Kapolri Jenderal Listyo menjelaskan bahwa puluhan TWK Pegawai Nonaktif KPK akan direkrut untuk menjadi ASN Polri. Diizinkan Presiden Jokowi.

Editor: Frandi Piring
FOTO ANTARA
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Jokowi. Terbaru, Kapolri Listyo sebut TWK Nonaktif KPK akan direkrut jadi ASN Polri atas persetujuan Presiden Jokowi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib puluhan TWK Pegawai Nonaktif KPK akan direkrut untuk menjadi ASN Polri.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan telah mendapatkan izin Presiden Jokowi.

Jenderal Listyo bakal merekrut 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kanan) berjalan usai audiensi dengan Komisioner Komnas HAM di Jakarta, Senin (24/5/2021). Perwakilan 75 pegawai <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kpk' title='KPK'>KPK</a> yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan didampingi beberapa lembaga hukum melakukan pengaduan terkait dugaan pelanggaran HAM pada asesmen <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/twk' title='TWK'>TWK</a>.

Menurut Jenderal Listyo, rencana tersebut telah mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo. Polri pun diminta menindaklanjuti usulan itu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Tanggal 27 kami mendapatkan jawaban dari Bapak Presiden melalui Mensesneg secara tertulis,

pada prinsipnya beliau setuju 56 orang pegawai KPK tersebut untuk menjadi ASN Polri," kata Listyo, dalam konferensi pers, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, Polri membutuhkan kontribusi 56 pegawai KPK itu untuk mengemban tugas di Bareskrim, khususnya terkait penanganan tindak pidana korupsi.

Listyo berpendapat, para pegawai KPK yang tak lolos TWK itu memiliki rekam jejak dan pengalaman yang memadai.

"Kami melihat terkait rekam jejak dan pengalaman dalam penanganan tipikor tentu sangat bermanfaat

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved