Breaking News:

Berita Nasional

Ini Tanggapan Pengamat Soal Keterlambatan Pembangunan Waduk Kuwil Kawangkoan

Kendati begitu, dalam proses pengerjaannya juga tidak menutup kemungkinan siklus perencanaan dan perancangan itu berubah-ubah sesuai dengan kondisi

Penulis: Majer Lumantow | Editor: Rhendi Umar
KOLASE TRIBUNMANADO/ISTIMEWA
Dwars Soukotta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait dengan keterlambatan pembangunan Mega Proyek Waduk Kuwil Kawangkoan oleh Pemerintah Provinsi Sulut, Pengamat Teknik Sipil dan Arsitektur Sulut Dwars Soukotta, M.Ars mengatakan hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor teknis tertentu.

Menurutnya, memang dalam pembangunan suatu proyek memiliki plus minusnya sendiri. Namun jika berbicara pembangunan suatu proyek besar atau sebuah mega proyek sudah pasti harus ada perencanaan matang sebelumnya. 

"Jadi dari segi teknik sipil maupun arsitektur, proyek ini dasarnya kan sudah ada gambar kerjanya, kemudian dihitung juga Rencana Anggaran Biayanya (RAB), juga rencana kerjanya, kemudian konstruksinya, bahan bangunan strukturnya, juga Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) seperti apa," jelas Soukotta kepada Tribun Manado.

Jadi tentu, kata dia, proyek ini sudah harus dipersiapkan dan dihitung secara matang, apalagi ini berbicara mega proyek. Walaupun dalam pelaksanaanya biasanya mengalami perubahan sesuai kondisi dilapangan. 

Disini memang kita hanya bisa memprediksi sekian lama waktu yang dikerjakan dengan anggaran sekian berdasarkan hitungan hitungan tadi.

"Tetapi bisa saja dilapangan ditemukan kondisi ada lokasi atau topografi yang sulit kondisinya dan memerlukan tenaga ekstra, disitu biasannya ada lompatan yang tidak terhitung lebih detail dalam RAB tersebut, dan ada penambahan anggaran," jelasnya.

Memang belakangan ini terkait adanya refocusing anggaran akibat Pandemi covid-19. Namun hal ini tidak menjadi alasan keterlambatan jika dilihat dari sisi anggaran akibat refocusing untuk penanggulangan covid.

"Karena proyek ini kan sudah dibangun lama, dan sudah ada anggaran yang diplot untuk pembangunan waduk kuwil ini. 

Hanya mungkin, ketika proses pengerjaannya maupun survei dilapangan adanya pembangunan ekstra berdasarkan kondisi lapangan misalnya, topografi, kontur tanah, kemudian kondisi lingkungan," terang Dosen Arsitektur Universitas Prisma ini.

Namun, lanjutnya, hal ini juga tentu sudah harus diprediksi sehingga bisa diantisipasi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved