Politik

Menteri Luhut Panjaitan Tiba-tiba Diperiksa Polisi Tadi Pagi, Ada Apa?

Hal tersebut diketahui terkait pelaporan terhadap Aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti atas dugaan pencemaran nama baik.

Editor: Glendi Manengal
Tangkap Layar instagram luhut.pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya Luhut Binsar Panjaitan diperiksa polisi.

Hal tersebut diketahui terkait pelaporan terhadap Aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti atas dugaan pencemaran nama baik.

Luhut diperiksa tadi pagi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Baca juga: Profil Letjen R Suprapto, Pati AD yang Jadi Korban G30S PKI 1965, Eks Ajudan Jenderal Sudirman

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Pukul 10.00 WIB, Pelajar SMP Tewas, Korban Dilindas Bus saat Hendak Antar Tugas

Baca juga: Profil Letjen TNI S Parman, Jenderal AD yang Cerdas Jadi Korban G30S PKI, Penentang Komunisme

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan telah menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021).

Luhut terpantau hadir di Polda Metro Jaya sekira pukul 08.28 WIB dan langsung memasuki gedung Ditreskrimsus guna menjalani pemeriksaan.

Selang satu jam menjalani pemeriksaan atau tepatnya pukul 09.30 WIB, Menteri dari Partai Golkar itu terlihat sudah keluar dari Gedung Ditkrimsus didampingi kuasa hukumnya.

"Saya sudah selesai diperiksa oleh penyidik mengenai laporan saya yang kemarin dan saya pikir sudah selesai," kata Luhut kepada awak media di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (27/9/2021).

Terkait dengan pelaporan terhadap Aktivis HAM Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti atas dugaan pencemaran nama baik ini, Luhut menyatakan akan menyerahkan segala prosesnya berdasarkan prosedur hukum.

Dengan begitu, dirinya ingin perkara ini berlanjut hingga putusan pengadilan atau secara tidak langsung Luhut enggan untuk berdamai dengan kedua terlapor.

"Jadi biarlah dibuktikan di pengadilan nanti, kalau saya salah, ya, saya dihukum, berarti kalau yang dilaporkan itu salah ya dia dihukum," ucapnya.

Terkait mediasi yang akan dilakukan oleh pihak penyidik Polda Metro Jaya nantinya, Luhut menyatakan akan tetap menjalani proses tersebut.

Hal itu karena katanya merupakan prosedur hukum yang berlaku sesuai dengan Surat Edaran Kapolri.

"Ya ini kita jalani aja hukum nanti kita lihat kalau ada tadi disampaikan oleh penyidik edaran dari Kapolri untuk mediasi ya silakan aja jalan," ucap Luhut.

"Tapi saya ingin sampaikan supaya kita semua ini belajar bahwa tidak ada kebebasan absolut. Sudah berkali-kali saya sampaikan kebebasan bertanggung jawab. Jadi jangan mengatakan hanya hak asasi yang ngomong saja (kedua terlapor), hak asasi yang diomongin juga kan ada (Luhut)," tukasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved