Berita Bolmong
Diterjang Banjir, Warga Batu Merah Bolmong Kaget Rumahnya Terbelah Dua
Desa Batu Merah, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolmong diterjang banjir besar. Rumah warga terendam.
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Banjir yang menerjang Desa Batu Merah, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolmong, ternyata tak hanya membuat rumah warga terendam.
Namun banjir tersebut juga berhasil membelah rumah warga yang ada di desa tersebut.
Salah satunya yang berada tepat di tepian sungai.
Klemens salah satu warga mengaku sangat kaget ketika melihat rumahnya terbelah dua.
Hal ini diakuinya, saat ditemui tribunmanado.co.id, Kamis (23/9/2021).
Menurutnya, jika saat air menerjang desanya, dia tak bisa berbuat banyak.
"Tadi pagi saya lihat rumah saya sudah terbelah, kaget sekali," ujarnya.
Meskipun demikian, ia mengaku masih sangat bersyukur karena bisa lolos dari maut.
Ia juga langsung mengevakuasi keluarganya saat banjir datang.
"Pasti yang paling utama adalah keluarga, jadi mereka dulu yang saya utamakan," beber dia.
Dirinya mengatakan sudah dua tahun belakangan banjir selalu menerjang desa mereka.
Dan kali ini, merupakan salah satu yang paling parah.
"Saya rasa ini yang paling parah," tegas dia.
Duka di HUT 57 Sulut
Ketika euforia masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) jelas terlihat di media sosial merayakan HUT Sulut ke 57.
Warga di Desa Batu Merah, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolmong, justru sibuk membersihkan rumah mereka dari terjangan banjir.
Pasalnya, desa tersebut porak-poranda diterjang banjir saat hujan deras tadi malam.
Satu persatu masyarakat di Desa Batu Merah, nampak membersihkan lumpur yang masuk hingga ke rumahnya.
Lidya Rumait salah satu warga mengaku jika tak banyak barang yang bisa diselamatkan.
Ia lebih memilih menyelamatkan diri bersama keluarganya terlebih dahulu.
"Banyak barang saya yang rusak, karena banjir kemarin," ujarnya.
Ibu dua orang anak ini mengaku kaget karena sungai yang awalnya hanya kecil tiba-tiba berubah menjadi petaka.
"Sungai di desa kami sangatlah kecil, tapi entah kenapa kalau hujan selalu banjir," tegas dia.
Hal yang sama diungkapkan Tanty Barahama warga lainnya.
Ia mengatakan jika tak bisa berbuat banyak ketika banjir menerjang rumahnya.
"Airnya itu sangat deras, kami tak bisa apa-apa," aku dia.
Ia pun berharap pemerintah bisa mencari solusi agar desa Batu Merah tak lagi diterjang banjir.
"Karena kami tak bisa tidur tenang saat hujan deras, selalu kepikiran banjir," ucapnya.
Sebelumnya diketahui,Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Bolmong mengakibatkan dua desa di Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolmong, dilanda banjir.
Dua desa tersebut adalah Desa Domisil dan Batu Merah yang ada di Kecamatan Sangtombolang.
Kanan BPBD Bolmong Sahril Mokoagow ketika dihubungi Tribunmanado.co.id, mengatakan jika banjir tersebut berasal dari luapan sungai Maelang.
"Selain sungai Maelang, sungai Sauk juga meluap. Jadi dua desa ini langsung terendm air," aku dia.
Sahril mengatakan jika air juga merembes ke jalan Trans Sulawesi.
Dirinya juga mengaku sedang melakukan pemantauan bersama TNI, Polri, dan masyarakat.
"Data realnya belum ada, karena beberapa tim masih dalam perjalanan ke lapangan," tegasnya. (Nie)
• Peringatan HUT ke-57 Provinsi Sulut di Kabupaten Bolmut
• Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun KA Turun Jadi Rp 45.000, Mulai Berlaku Jumat 24 September 2021
• Kecelakaan Maut Tadi Siang Pukul 14.00 WIB, Seorang Pelajar Tewas, Innova Ngebut Hingga Terbalik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/banjir-yang-menerjang-desa-batu-merah-kecamatan-sangtombolang-kabupaten-bolmong.jpg)