Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Kamis 23 September 2021, Yehezkiel 3:20 : Tetaplah Baik, Jangan Jahat
Tidak curang dan tidak tergoda ataupun menjerumuskan dirinya dalam kejahatan. Sebab, orang baik yang curang adalah jahat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang benar haruslah mampu mempertahankan kelakuannya bersih. Orang benar jangan sampai jatuh dalam perbuatan jahat. Karena jika orang baik dan benar berbuat curang, dia pasti akan dihukum Allah.
Waktu akan menguji dan membuktikan sejauh mana orang baik dan benar mempertahankan hidupnya dalam takut akan Tuhan.
Tidak curang dan tidak tergoda ataupun menjerumuskan dirinya dalam kejahatan. Sebab, orang baik yang curang adalah jahat.
Orang benar yang berbalik dari kebaikannya dan jatuh dalam kejahatan, adalah sama dengan penjahat yang paling jahat dari semula.
Justeru hidupnya lebih tidak berkenan kepada Allah. Mengapa? Karena dia sudah tahu membedakan yang baik dan benar, tapi masih mau melakukan kejahatan.
Orang yang demikian, akan menanggung akibatnya dari Allah sendiri. Jadi, tidak ada kompromi bagi orang baik untuk melakukan yang jahat, sekecil apapun.
Yang jahat tetaplah jahat. Ketika orang benar jatuh dalam kejahatan, maka jahatlah dia dan akan menderita akibat kejahatannya.
Demikian firman Tuhan hari ini. "Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati." (ayat 20a)
Teguran dan peringatan Tuhan kepada umat Israel lewat nabi Yehezkiel, jelas dan tegas. Bahwa orang yang berbuat jahat, siapapun dia pasti dihukum.
Tak terkecuali orang yang banyak berbuat baik dan benar yang ikut dalam kejahatan. Semua sama. Sebab Allah tidak mau berkompromi dengan dosa ataupun kejahatan.
Tidak ada alasan karena seseorang sudah banyak berbuat baik dan selalu melakukan kebenaran kemudian diizinkan berbuat jahat atau dosa.
Tidak! Itu sama adalah dosa. Dan dosa atau kejahatan selalu berhadapan dengan hukum dan hukuman Allah.
Tidak ada pembenaran terhadap kejahatan dengan dalil atau alasan apapun. Tidak ada toleransi kepada orang benar, karena telah melakukan kebenaran dan kebaikan, kemudian diizinkan berbuat jahat, sekecil dan sesederhana atau sesedikit apapun. Jahat tetaplah jahat. Dosa tetaplah dosa. Hukuman Tuhan menanti mereka.
Tidak ada istilah "pinjam hari" atau "izin hari" untuk berbuat dosa, karena merasa sudah terlalu banyak berbuat baik. Maka perlu ada "sela" untuk berbuat dosa dan kejahatan, sekecil apapun juga.
Sebanyak apapun perbuatan baik dan benar seseorang, tidaklah menjadi ukuran dan atau jaminan bagi dia untuk bisa melakukan yang jahat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-firman-kristen-esensi-doa-adalah-memohon-bukan-memaksa.jpg)