Breaking News:

Kasus Babinsa

Penjelasan Polda Sulut Soal Pemanggilan Anggota Babinsa yang Dipotes Jenderal TNI

Brigjen TNI Junior Tumilaar a melayangkan protes terhadap instansi kepolisian karena telah mendatangi Babinsa wilayah Winangun Atas.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Aldi Ponge
Tribun Manado/Andreas Ruauw/Istimewas
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast  dan Irdam Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beredar di media sosial postingan surat terbuka dari Irdam Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar yang mana bermaksud membela rakyat kecil atas dugaan penyerobotan tanah oleh perusahaan properti.   

Brigjen TNI Junior Tumilaar a melayangkan protes terhadap instansi kepolisian karena telah mendatangi Babinsa wilayah Winangun Atas.

Polda Sulut menjelaskan tentang undangan klarifikasi dari Penyidik Satreskrim Polresta Manado kepada Babinsa Winangun Atas terkait kasus penyerobotan tanah antara PT Ciputra Internasional (Citra Land Manado) dengan Ari Tahiru, yang dianggap tidak melalui jalur koordinasi lintas institusi.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa, dalam kasus tersebut didasari empat laporan.

Pertama, Laporan Polisi tanggal 18 Februari 2021 dengan pelapor pihak PT Ciputra Internasional tentang Perkara Pidana Pengrusakan Panel Beton Milik PT Ciputra Internasional di Winangun Atas, Pineleng, Minahasa yang dilakukan oleh terlapor Ari Tahiru dan Decky Israel Walewangko.

Kedua, Laporan Polisi tanggal 22 April 2021 tentang Dugaan Tindak Pidana Pengrusakan Bersama-sama Terhadap Pagar Seng dan Pagar Panel Beton milik PT Ciputra Internasional.

“Dari Hasil koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut berkas perkara penyidikan kasus pengrusakan panel beton milik PT Ciputra Internasional yang berlokasi di Winangun Atas, Pineleng, Minahasa, berdasarkan petunjuk JPU Kejati Sulut (P19) bahwa Penyidik harus melengkapi dengan mengambil keterangan pihak yang menyuruh tersangka Ari Tahiru melakukan pengrusakan panel beton tersebut,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Ketiga, Laporan Pengaduan No 690 tanggal 28 Juni 2021 tentang Dugaan Tindak Pidana Pengrusakan dan Penyerobotan Tanah di Tingkulu, Wanea, Manado yang dilaporkan pihak PT Ciputra Internasional.

Keempat, Laporan Polisi tanggal 15 April 2021 dengan pelapor Ari Tahiru dan terlapor PT Ciputra Internasional tentang Penyerobotan Tanah.

“Terkait adanya Laporan Polisi dan Pengaduan tersebut, Penyidik melakukan proses penyelidikan dan penyidikan guna memperoleh kesamaan di hadapan hukum,” kata Kabid Humas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved