Bacaan Alkitab
Renungan Minggu 19 September 2021, Yehezkiel 3:16-17 : Penjaga Orang Percaya
Penulisan kitab Yehezkiel mirip dengan kitab Wahyu di PB (Perjanjian Baru), yang berisi tentang, penglihatan dan nubuatan nabi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penulisan kitab Yehezkiel mirip dengan kitab Wahyu di PB (Perjanjian Baru), yang berisi tentang, penglihatan dan nubuatan nabi, serta peringatan kepada umat Israel, yang disebut sebagai umat tegar hati.
Itu terjadi dari bulan Juli 593-April 571 SM, yang dimulai saat pembuangan ke Babel setelah hancurnya kerajaan Yehuda, dan dimulai ketika dia masih berusia 30 tahun, saat dipanggil Allah.
Pemanggilan Allah kepada Yehezkiel, bermula ketika dia mendapatkan penglihatan di tepi sungai Kebar, negeri Kasdim, saat dia bersama rombongan para buangan berada di sana.
Sebelum jadi nabi, anak Busi ini adalah imam yang melayani di Bait Allah. Yehezkiel atau Hazqiyal, dalam bahasa Ibrani y'khezqe'l, artinya "Allah menguatkan." Dialah yang menulis kitab Yehezkiel. Dia ikut dalam pembuangan pertama ke Babel.
Dia muncul setelah nabi Yeremia yang bertugas memberitahukan hukuman atas Yehuda dan Israel, sebagai penegakkan keadilan Allah untuk umat Israel.
Karena bangsa itu telah memberontak kepada Allah yang kemudian membuat mereka dibuang lagi ke Babel sampai dua gelombang selama kurang lebih 70an tahun.
Bahkan dalam proses bentukan Allah itu, dia harus menelan gulungan kitab. Dengan demikian, dia menjadi sangat menguasai kitab suci.
Ternyata rasa gulungan kitab itu manis seperti madu. Allah memperlengkapi dan meneguhkan hatinya melawan bangsa yang kepala batu dan umat yang tegar hati.
Allah menetapkan Yehezkiel sebagai penjaga kaum Israel. Dia harus memperingatkan bangsa itu melawan perbuatan mereka yang jahat kepada Tuhan.
Demikian firman Tuhan hari ini. Sesudah tujuh hari datanglah firman TUHAN kepadaku:
"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku." (ay 16, 17)
Tugas menjaga umat Israel bagi Yehezkiel dimaksudkan untuk menegakkan keadilan bagi umat dan bangsa Israel.
Dia diberikan tugas yang kritis untuk memperingatkan bangsa itu agar berhenti berbuat dosa dan bertobat.
Menjaga umat Israel juga berarti mengawasi bangsa itu dari berbagai keadaan yang mengancam, terutama menolong agar mereka tidak jatuh ke dalam kubangan dosa lagi.
Mereka harus bertobat dari perbuatan mereka yang jahat. Yehezkiel harus memperingatkan mereka sesuai dengan amanat firman Tuhan, mengatakan dan menegakkan kebenaran Allah bagi bangsa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-renungan-555.jpg)