Kabar Papua
KKB Bunuh Nakes dan Bakar Puskesmas, Gubernur Papua Ingatkan Pemkab Pegunungan Bintang
Gubernur Papua Lukas Enembe menyoroti penyerangan KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang.
"Dan bagaimana caranya pihak keamanan turun tangan dan intervensi bagaimana menangkap pelaku dan secepatnya menangkap dan mengadili sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.
Para pelaku diyakini bukan warga setempat
Ia meyakini bila para pelaku pembunuhan bukan berasal dari warga setempat.
Befa yang pernah bertugas di Pegunungan Bintang selama tiga tahun sebagai Kepala Bappeda mengaku mengenal suku-suku di Pegunungan Bintang,
terutama suku Ngalum yang memiliki nilai budaya luhur yang tinggi, mengasihi dan jauh dari tindakan kekerasan.
"Ada apa dengan akhir-akhir ini sehingga ekskalasi di Pegunungan Bintang ini perlu disikapi serius oleh berbagai pihak dan diambil tindakan tegas terukur sehingga tidak meninggalkan benih-benih kekerasan yang sama," kata Befa.
Sebagai ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, di mana di dalamnya juga termasuk Pegunungan Bintang, Befa meminta pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang untuk sementara menarik para Nakes yang bekerja di pedalaman.
Hal ini dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.
"Tidak ada pilihan lain Bupati Pegunungan Bintang diharapkan segera menarik tenaga medis, pendidik di wilayah sekitar kejadian ke ibu Kota Kabupaten Pegunungan Bintang yakni Distrik Oksibil," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021) pagi.
Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.
"Senin, pukul 09.00 hingga 13.15 WIT, di Distrik Kiwirok telah terjadi kontak tembak antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP
dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga," ujar Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Christian Irreuw, melalui pesan singkat, Senin.
Fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok dan Pasar Kiwirok.
Akibat aksi KKB di Kiwirok, satu tenaga kesehatan tewas, empat lainnya terluka, dan masih ada satu mantri yang hilang.
(Kompas.com)
Tautan: