Liga Champions

Rencana Panjang Paolo Maldini dan Ricky Massara, AC Milan Siap Lakukan Perubahan Besar

Menelan kekalahan 3-2, seolah menjadi penanda yang pahit atas kembalinya Rossonerri setelah 7 musim tidak bisa bersaing di Liga Champions.

Editor: Rhendi Umar
MIGUEL MEDINA / AFP
Gelandang AC Milan asal Turki Hakan Calhanoglu (kanan) melakukan selebrasi setelah membuka skor pada pertandingan sepak bola Serie A Italia AC Milan vs Sassuolo pada 21 April 2021 di stadion San Siro di Milan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - AC Milan memang harus tertunduk lesu di laga melawan Liverpool di Liga Champions.

Menelan kekalahan 3-2, seolah menjadi penanda yang pahit atas kembalinya Rossonerri setelah 7 musim tidak bisa bersaing di Liga Champions.

Maldini adalah legenda, mengemas 135 penampilan untuk AC Milan di Liga Champions, dengan catatan 8 kali masuk final dan 3 gelar untuk Rossonerri.

Menariknya, Maldini, sebelum pertandingan, menyatakan kembalinya AC Milan ke Liga Champions adalah sebagai "titik refrensi" yang artinya adalah permulaan baru untuk AC Milan.

Bek Liverpool Inggris Trent Alexander-Arnold (tengah) bersaing dengan bek <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ac-milan' title='AC Milan'>AC Milan</a> Inggris Fikayo Tomori (kiri) dan gelandang <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ac-milan' title='AC Milan'>AC Milan</a> Aljazair Ismael Bennacer selama pertandingan sepak bola Grup B putaran pertama <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/liga-champions' title='Liga Champions'>Liga Champions</a> UEFA antara Liverpool dan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ac-milan' title='AC Milan'>AC Milan</a> di Anfield di Liverpool, utara Inggris barat pada 15 September 2021.  (Paul ELLIS / AFP)
Bek Liverpool Inggris Trent Alexander-Arnold (tengah) bersaing dengan bek AC Milan Inggris Fikayo Tomori (kiri) dan gelandang AC Milan Aljazair Ismael Bennacer selama pertandingan sepak bola Grup B putaran pertama Liga Champions UEFA antara Liverpool dan AC Milan di Anfield di Liverpool, utara Inggris barat pada 15 September 2021. (Paul ELLIS / AFP) (Paul ELLIS / AFP)

AC Milan baru tiga kali bertemu dengan Liverpool secara resmi, terkahir, keduanya bertemu dalam final di Athena tahun 2007.

Dan menghadapi Liverpool memang menjadi lembaran baru AC Milan untuk musim ini.

Ketika semua terpana dengan van Dijk yang dicadangkan oleh Klopp, Milan mencadangkan Olivier Giroud sebagai penyerang utama.

AC Milan turun dengan rata-rata pemain berusia 25 tahun, dan hanya RB Salzburg yang memiliki rataan lebih muda di starting line-up Liga Champions.

Sebagai pembanding mengenai pengalaman di Liga Champions, total laga pemain AC Milan hanya 24 penampilan dari 11 pemain yang turun.

Sedangkan Liverpool, berjumlah 377 penampilan total di starting line-up mereka.

Simon Kjaer dan Mike Maignan mengemas 6 penampilan, Fikayo Tomori dan Brahim Diaz 4 penampilan dan Theo Hernandez dengan 3 penampilan.

Tetapi, AC Milan nampak seolah menjadi tim dengan pengalaman dan jam terbang yang sama.

20 menit pertandingan memang tidak terlalu menyenangkan untuk AC Milan, dengan Liverpool terus menguasi bola dan mencetak gol cepat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved