Breaking News:

Peristiwa G30S PKI

'Kakak Jangan Menangis', Kata-kata Terakhir Ade Irma sebelum Meninggal Ditembak Pemberontak G30S PKI

Kisah Ade Irma Suryani Nasution, putri Jenderal AH Nasution yang ditembak oleh pemberontak G30S PKI. Sempat bilang ke kakaknya 'jangan menangis'.

Editor: Frandi Piring
Facebook / Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution
Foto Pemakaman Ade Irma Suryani pada 6 Oktober 1965. Kisah Ade Irma Suryani Nasution, putri Jenderal AH Nasution yang ditembak oleh pemberontak G30S PKI. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - "Dia bilang: Kakak jangan menangis." ungkap Yanti menirukan sang adik, Ade Irma Suryani Nasution saat diserang pemberontak G30S PKI 1965 silam.

Kisah Ade Irma Suryani Nasution, putri bungsu Jenderal Abdul Harris Nasution yang menjadi korban dari peristiwa G30S PKI 1965 akan terus dikenang bangsa Indonesia.

Ade Irma Suryani merupakan putri bungsu dari Jenderal AH Nasution dan Johanne Sunarti.

Ade Irma Suryani harus meregang nyawa setelah tertembak saat kediaman Jenderal AH Nasution diserang pasukan dari antek PKI (pemberontak G30S).

Dalam keadaan sekarat, Ade Irma Suryani sempat berbicara dengan sang kakak disuruh untuk tidak menangis.

Ade Irma Suryani mengembuskan napas terakhir pada hari ini 56 tahun lalu tanggal 6 Oktober tahun itu.

Pemakaman Ade Irma Suryani pada 6 Oktober 1965.

(Foto: Kisah Ade Irma Suryani Nasution, putri Jenderal AH Nasution yang ditembak oleh pemberontak G30S PKI)

Ade Irma Suryani menjadi korban dalam persitiwa G30S PKI, di mana ia tertembak saat melindungi ayahnya.

Ade Irma Suryani sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat di Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved