Breaking News:

Berita GMIM

Calon Pelsus Berpolitik Layaknya Caleg, Pendeta James: Cara Seperti Itu Tidak Elok

Banyak isu beredar pemilihan pelsus banyak yang sudah mengikuti cara-cara berpolitik di Pilkada.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan
Pendeta James Jocom S.Th Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Sola Gratia Tikala. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Seluruh jemaat Sinode Gereja Masihi Injili di Minahasa (GMIM) tahun ini akan melakukan pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus).

Pemilihan Pelsus ini akan dilaksanakan di tiap-tiap jemaat pada tanggal 15 dan 17 Oktober 2021.

Pada tangaal 15 pemilihan Penatua dan Diaken di Kolom, kemudian pada 17 pemilihan Pelsus atau ketua Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak atau BIPRA.

Sekarang ini masih pada tahap sosialisasi bakal calon Pelsus.

Sesuai petunjuk pelaksana (juklak) jemaat wajib memilih dan dipilih sebagai pelsus.

Syaratnya sudah sidi (red: dewasa), usia 25 sampai 65, khusus ketua pemuda harus seorang pemuda usia 17 sampai 30 yang sudah sidi.

Pelsus yang terpilih hanya untuk melayani dan sama sekali tidak digaji atau diberikan upah.

Namun, banyak isu beredar pemilihan pelsus banyak yang sudah mengikuti cara-cara berpolitik di Pilkada.

Pendeta James Jocom S.Th Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Sola Gratia Tikala, Manado ketika ditemui tribunmanado.co.id angkat bicara terkait pemilihan pelsus yang sarat dengan mutan politik.

"Menjadi harapan saya, kalau seandainya hal-hal pemilihan Pelsus sudah seperti pemilihan caleg yang ada kampanye atau membagi-bagi sesuatu, cara-cara seperti itu tidak seharusnya masuk ke dalam pelayanan gereja untuk pemilihan seorang pelsus," tegasnya.

Untuk itu Pendeta juga menegaskan, calon pelsus harus menempatkan pemilihan ini di dalam Teologis Alkitabiah, dimana yang berlangsung di dalam gereja ini adalah bagaimana memberikan otoritas kepada Allah.

"Cara-cara atau praktek seperti itu sesungguhnya tidak elok, ada di pelayanan gereja yang kudus dan ilahi ini," kata Pendeta.

Pendeta juga berpesan agar hal-hal seperti itu tidak terjadi karena, Tuhan juga tidak menghendaki yang demikian (fis)

Masih Ingat Femmy Permatasari? Kini Jadi Istri Pengusaha Kaya Raya, Cincin Saja Seharga Rp 8 Miliar

Kisah Bocah SMP Dibodohi dengan Film Pengkhianatan G30S/PKI, Propaganda Anti-PKI di Masa Soeharto

Bioskop Dibuka Lagi, Pengunjung Wajib Patuhi 6 Poin Ini, Berikut Daftar Bioskop XXI yang Sudah Buka

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved