Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Sosok Esau dan Yakub, Jual Hak Kesulungan dengan Kacang Merah, Akhir Hidup Seperti Ini

Ciri tubuh dan sifat Esau sangat berbeda dengan adik kembarnya Yakub, Ini Kisahnya

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Istimewa.
Kisau Esau, Pria Berbulu yang Menjual Hak Kesulungannya, 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Di dalam Alkitab, ada sosok bernama Esau.

Dia adalah anak tertua dari Ishak dan Ribka menurut Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.

Esau memiliki saudara kembar bernama Yakub.

Ciri tubuh dan sifat Esau sangat berbeda dengan adik kembarnya, Yakub. Esau memiliki kulit yang berbulu lebat dan suka memburu.

Sebaliknya, Yakub justru berkulit bersih dan lebih suka tinggal di rumah, seperti memasak dengan ibunya, daripada berburu seperti Esau.

Ishak, ayah kandung Esau, berumur 40 tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban, diambilnya menjadi isterinya.

Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.

Sebagai anak sulung, Esau mempunyai hak kesulungan, tetapi Yakub menukar hak kesulungan Esau dengan masakan yang telah dibuat oleh Yakub.

Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. Kata Esau kepada Yakub:

"Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom ("merah"). Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" Kata Yakub:

"Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.Kelak, Esau akhirnya menyadari kesalahannya dan menganggap Yakub telah mempermainkannya

Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya:

"Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa." Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.

Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang; olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati."

Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya, berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya:

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved