Viral Media Sosial
Seorang Balita Gemar Memakan Pasir dan Tanah, Begini Penjelasan Dokter
Seorang balita di Tegal jadi sorotan publik, hal tersebut karena makanannya yang tak wajar.
"Paling Rp10.000 sampai Rp25.000," kata Umrotun.
Umrotun dan Carmo hanya menikah siri sehingga mereka tak memiliki kartu keluarga.
Tiga anaknya pun tak memiliki akta kelahiran.
Karena tak memiliki kelengkapan administrasi, Umrotun dan suaminya tak penah mendapat bantuan dari pemerintah.
"Memang belum pernah dapat bantuan sama sekali, mungkin karena tidak punya KK.
Anak-anak juga belum punya akta kelahiran," jelasnya.
Makan tanah sejak setahun terakhir
Menurut Umrotun, anaknya gemar makan tanah dan pecahan tembok sejak bisa berjalan atau sekitar usia 2 tahun.
Ia sendiri tahu anaknya makan tanah dan pecahan tembok sekitar setahun yang lalu saat VF sedang bermain sendiri.
Warga Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat tersebut bercerita jika ia tak pernah membelikan VF jajan karena tak mampu secara ekonomi.
"Saat itu main sendiri di dalam rumah dan saya tinggal memasak. Saat saya lihat dia sedang makan tanah dan pecahan tembok," kata Umrotun.
Ia mengaku sudah menegur agar anaknya tak melakukan hal tersebut.
Namun saat lepas pengawasan, VF kembali makan tanah dan pecahan tembok hingga menjadi kebiasaan sampai sekarang.
"Katanya enak. Kalau main di luar, juga tanah yang dimakan.
Dan kalau dilarang dia nangis. Akhirnya keterusan sampai sekarang," kata Umrotun.
Ini videonya
Artikel ini telah tayang di Tribun-Pantura.com