Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Pembegalan

Pengendara Motor Tewas Alami Kecelakaan, Motor Korban Ditendang Begal hingga Menabrak Trotoar

Terjadi aksi pembegalan hingga memgakibatkan satu orang meninggal dunia, diketahui motor korban ditendang lalu alami kecelakaan.

Editor: Glendi Manengal
Via Tribunnews.com
Dua orang tergeletak setelah ditendang pelaku begal di Jalan Pemuda Kota Semarang, belum lama ini. 

Dua dari tiga pelaku sudah kami amankan 18 jam setelah kejadian," jelasnya saat konfrensi pers di Mapolrestabes Semarang, Senin (6/9).

Irwan mengatakan pelaku Adi Pratama ditangkap tim resmob Polrestabes Semarang, Minggu pukul 18.30 di Lemah Gempal.

Setelah itu, polisi menangkap M Haidar di Bong Lama sekitar pukul 20.30.

"Tersangka Adhi Pratama merupakan residivis dan telah menjalani dua kali proses pidana," ujarnya.

Kapolrestabes menambahkan, pihaknya juga menyita dua sepeda motor yang digunakan pelaku dalam melakukan aksi kejahatan. Sementara dua pelaku dijerat pasal 365 ayat 4 KUHP.

Saat konferensi pers, dua pelaku dihadirkan. Adhi megnatakan, bila sebelumnya ia pernah menjalani hukuman selama enam bulan lantaran merampas ponsel seorang pelajar.

Dua orang tergeletak setelah ditendang pelaku begal di Jalan Pemuda Kota Semarang, belum lama ini.

Pembegalan yang dilakukannya di Jalan Pemuda, diakuinya sebagai aksinya yang kedua.

Sementara Haidar mengatakan bila pembegalan bersama Adhi adalah aksi pertamanya. Sebelum membegal, ia menenggak minuma keras terlebih dahulu.

Sementara Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengingatkan agar pelaku kejahatan tidak beraksi di wilayahnya.

Pria akrab disapa Hendi menegaskan, kepolisian bersama stakeholder terkait telah siap melibas aksi kejahatan yang dilakukan di Kota Semarang.

"Saya juga wanti-wanti kepada orangtua untuk terus mengawasi anak-anaknya," ujarnya.

Selain itu, kata Hendi, pemerintah kota Semarang juga akan menambah CCTV. Keberadaan CCTV di banyak titik, ujar Hendi, juga akan sangat membantu mengungkap aksi kejahatan. Menurutnya, di 2020, Pemerintah Kota

Semarang sebenaraya telah menganggarkan pemasangan 10.500 CCTV. Namun hal tersebut tertunda karena pandemi Covid-19.

"Namun karena pandemi, di 2021 baru dilakukan tambahan monitor dan tahun depan akan ada tambahan 10.500 CCTV," jelas Hendi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved