Kasus Penganiayaan
Minta Uang Rp 500 Ribu Tapi Tak Dikasih, Preman Ini Malah Aniaya Seorang Wanita Pedagang Sayur
Pedagang sayur jadi korban penganiayaan oleh preman di Pasar Gambi, Sumatera Utara.
Dia langsung mengusir korban dari lokasi sembari melontarkan kata-kata kasar.
"Datang dia (pelaku), tak usah kau kasih becakmu di situ. Jangan jualan di situ," kata korban menirukan ucapan pelaku, Selasa (7/9/2021).
Tak lama kemudian, suasana makin memanas.
Korban yang tengah berjualan tiba-tiba ditarik dan ditendang oleh pelaku.
Korban berusaha melawan, namun anaknya dikabarkan sempat dianiaya oleh pelaku.
"Dia langsung manggil teman-temannya, di situ aku dikeroyok," ungkap korban.
Akibat kejadian itu, LWIG mengalami memar di sejumlah tubuhnya, sedangkan sang anak trauma.
Setelah kejadian itu, korban langsung melapor ke Polsek Percut Sei Tuan.
Pelaku laporkan balik korban
Mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak mengejar pelaku.
Pelaku akhirnya ditangkap, namun belum ditetapkan sebagai tersangka.
Sebab, BS balik melaporkan LWIG atas dugaan penganiayaan.
"Kita masih periksa saksi lagi, status BS belum jadi tersangka karena dia juga buat laporan."
"Kareana mereka ini kan pukulan, ada cakaran. BS ini nendang mukul, dia (korban) pun ngapain (melakukan kepada) si BS ini."
"Nyakar, mukul ngapain dada si BS ini," kata Kapolsek Percut Sei Tuan, AKP Janpiter Napitupulu, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Selasa.
Kendati demikian, pihaknya tetap melihat konteks awal peristiwa itu terjadi.
"Namun laporan itu akan ditindaklanjuti, keduanya melapor di Percut (Mapolsek Percut Sei Tuan). Saling melapor, kita kan harus berkeadilan," sambungnya.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, Tribun-Medan.com/Fredy Santoso, Kompas.com/Dewantoro)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com