Konflik di Afghanistan
Masih Dianggap Kelompok Teroris, Vladimir Putin Tanggapi soal Taliban: Rusia Tidak Tertarik
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi tanggapan soal pengambilan kekuasaan Afghanistan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Afghanistan yang kini jadi sorotan setelah diambik alih Taliban.
Hal tersebut mendapat perhatian pemerintah Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin memberi tanggapan soal pengambilan kekuasaan Afghanistan.
Baca juga: Calon Pelsus GMIM yang Kedapatan Memberi Uang atau Barang akan Digugurkan
Baca juga: Arti Mimpi Digigit Anjing, Apakah Pertanda Buruk? Ini Tafsirnya
Taliban kini telah menguasai Afghanistan.
Meski begitu, bukan hal yang mudah Taliban untuk berhubuungan dengan negara lain.
Bahkan yang terbaru, Presiden Rusia, Vladimir Putin, berharap Taliban akan berperilaku 'beradab' di Afghanistan sehingga komunitas global dapat mempertimbangkan hubungan diplomatik dengan Kabul.
"Rusia tidak tertarik dengan disintegrasi Afghanistan," kata Putin dikutip dari Al Jazeera.
Putin berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Timur di kota Vladivostok, Rusia pada Jumat (3/9/2021) malam.
Ia berpendapat jika Taliban dapat menjadi kelompok yang ramah maka hal tersebut membuka peluang komunikasi dan pengaruh pada komunitas global.
Pemimpin Rusia itu mengatakan, penarikan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (31/8/2021) memunculkan malapetaka.
"Orang Amerika sangat pragmatis," kata Putin.
"Mereka menghabiskan lebih dari 1,5 triliun dolar AS untuk perang selama 20 tahun, dan apa hasilnya?"
"Nol. Jika Anda melihat jumlah orang yang ditinggalkan di Afghanistan, yang bekerja untuk Barat, AS dan sekutunya, mereka adalah bencana kemanusiaan," lanjutnya.
Putin melanjutkan seruan dari AS untuk mengarahkan kembali negara itu melawan Rusia dan China setelah penarikan pasukan di Afghanistan.
"Cari tahu dahulu tentang mereka yang berperang dengan Anda selama 20 tahun," kata Putin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/putin_20180302_013004.jpg)