Breaking News:

Sulut Maju

Wagub Sulut Steven Kandouw Sorot Kekerasan Perempuan Anak, Kasus Masih Tinggi di Sulut

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak.

Editor: David_Kusuma
Ist/Denny
Wagub Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak.

Ia menilai kekerasan perempuan dan anak di Sulut masih cukup tinggi. Ibarat gunung es, nampak di atas kecil, tapi besar di bawahnya.

"Di Jawa 60 persen  tindak pidana narkotika, di Sulut napi 50 persen tindak pidana kekerasan seksual dan ini fenomena gunung es. Terbanyak di wilayah Nusa Utara dan bagian selatan Bolmong Raya,” ujar Steven Kandouw.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak. (Ist/Denny)

Hal itu ia sampaikan ketika membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Lembaga, Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Kewenangan Provinsi serta Pelatihan Sistem Pendataan Kasus KtOA/TPPO, melalui aplikasi sistem informasi online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tahun 2021 di Provinsi Sulut, Kamis (2/9/2021) di Hotel Mercure, Minahasa.

Kasus kekerasan masih tinggi, namun masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum memiliki Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A).

"Untuk itu saya memberi apresiasi untuk DP3A dan Kementerian PPA yang telah melakukan ikhtiar untuk menekan kasus penyakit masyarakat," ujarnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak.
Kepala DP3A Sulut dr Kartika Devi Tanos (Ist/Denny)

Ia mengharapkan, semoga setelah pertemuan ini, ada langkah berkelanjutan sehingga kekerasan perempuan dan anak di Sulut tidak jadi yang tertinggi di Indonesia.

Kepala DP3A Sulut dr Kartika Devi Tanos akan ada kelanjutan pemandatangan nota kesepahaman antara Gubernur Sulut bersama kapolda. 

Dr Devi meminta komitmen dari kabupaten/kota baik DP3A maupun polres agar data kasus kekerasan perempuan dan anak agar bisa diinput, harapannya agar tindaklanjut penanganan lebih mudah. 

''Karena sejauh ini kami hanya mendapat data dari UPTD PPA yang baru terbentuk dua tahun terakhir,” kunci Devi Tanos.

Adapun, pelatihan Sistem Pendataan Kasus KtOA/TPPO melalui aplikasi sistem informasi online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Peserta wajib mengikuti swab test. (*)

Wagub Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak
Wagub Steven Kandouw menyorot angka kekerasan perempuan dan anak (Ist/Denny)

Baca juga: Soal Jabatan Presiden dan Amandemen UUD 1945, Jokowi dengan Tegas Menolak Sebut Tak Mau Disalahkan

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Sulut Turun di Pekan Terakhir Agustus 2021, Ini Penjelasan Satgas

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved