Tips dan Trik
Beberapa Wilayah di Indonesia Berisiko Terkena Terjangan Tsunami, Mari Pahami Cara Mengantisipasinya
Indonesia terletak di pertemuan lempeng tektonik, sehingga berpotensi mengalami gempa bumi, letusan vulkanik, serta tsunami.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bencana tsunami tidak hanya dipicu oleh aktivitas gempa bumi besar.
Salah satunya Potensi tsunami di Selat Sunda juga dapat disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau, bahkan di masa lalu pernah dipicu oleh letusan dahsyat Gunung Krakatau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam webinar edukasi kebencanaan untuk mengajak masyarakat belajar dari sejarah bencana tsunami dan dampak letusan Gunung Anak Krakatau.
Seperti kita tahu Indonesia terletak di pertemuan lempeng tektonik, sehingga berpotensi mengalami gempa bumi, letusan vulkanik, serta tsunami.

Selain itu, Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia, yaitu sekitar 80.000 kilometer.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, yaitu tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang berarti gelombang besar.
Gelombang tsunami merupakan gelombang besar yang terbentuk dari dasar laut gempa bawah laut atau fenomena alam lainnya mengakibatkan terjadinya pengangkatan atau penurunan di dasar laut.
Kekuatan gelombang tsunami dan jarak pelamparan tsunami dipengaruhi oleh kelandaian pantai dan vegetasi di pesisir.
Bencana ini adalah bencana yang bisa diprediksi, namun waktunya sangat singkat.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana cara mengantisipasi ketika tsunami datang.
Prabencana
Dilansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, berikut beberapa cara mengantisipasi tsunami.
- Mengenali tanda-tanda tsunami, seperti intensitas gempa lama, air laut surut, dan bunyi gemuruh di lautan
- Mengetahui tingkat kerawanan tempat tinggal akan bahaya tsunami
- Memahami sistem peringatan dini setempat
- Mengetahui rute evakuasi dan rencana pengungsian
- Memiliki rencana antisipasi bencana dengan keluarga dan melakukan latihan mitigasi
- Memantau informasi dari berbagai media resmi setelah terjadi gempa bumi, untuk mengetahui potensi terjadinya tsunami
- Menyiapkan tas siaga bencana (TSB)
- Menanam berbagai pohon pesisir, seperti pohon kelapa dan pohon cemara laut untuk menahan ombak
- Menanam tumbuhan bakau, untuk menjaga kestabilan garis pantai dan mengurangi kekuatan gelombang air laut.

Saat Bencana
- Setelah gempa terjadi, jangan berupaya merapikan kondisi rumah terlebih dahulu. Waspada gempa susulan dan informasi dari pihak berwajib
- Jika berada di dalam rumah, tetap tenang dan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman
- Jika sudah sampai di daerah tinggi, tunggu di sana sampai pihak berwenang menyatakan aman. Biasanya terdapat gelombang tsunami kedua dan ketiga yang lebih besar. Bahkan bisa terjadi hingga lima kali
- Ketika evakuasi, utamakan berjalan kaki, jangan menggunakan kendaraan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gempa-bumi-magnitudo-61-guncang-maluku-tengah-dan-berpotensi-tsunami.jpg)