Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik di Afghanistan

Serangan Roket ke Bandara Kabul, ISIS-K Akui yang Meluncurkannya

Seperti yang diketahui sebelumnyaterjadi serangan yang diduga roket, diketahui serangan tersebut sempat membuat kepanikan warga sekitar.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Tribun Manado/Najiba/AFP/Ilustrasi
Ledakan keras kembali terdengar di ibukota Afghanistan, Kabul pada Minggu (29/8/2021). 

Untuk diketahui, serangan itu terjadi sehari setelah pasukan AS melancarkan serangan pesawat tak berawak kedua di Afghanistan.

Yakni setelah bom bunuh diri pada Kamis (26/8/2021) di bandara yang menewaskan hampir 200 orang.

Setidaknya 13 tentara AS juga termasuk di antara mereka yang tewas.

AS mengatakan ingin membunuh pelaku bom bunuh diri dalam serangan pesawat tak berawak terbaru di Kabul.

Akan tetapi laporan media mengatakan beberapa anak tewas dalam insiden yang menghancurkan sebuah mobil yang sarat dengan bahan peledak.

AS Evakuasi 1.200 Orang dari Kabul

AS menerbangkan sekitar 1.200 orang dari Kabul pada hari Minggu (29/8/2021), kata Gedung Putih, saat evakuasi besar-besaran dari Afghanistan memasuki hari terakhirnya.

UE Harus Beri Dukungan pada Negara-negara Tetangga Afghanistan

Uni Eropa (UE) harus memberikan dukungan keuangan kepada negara-negara tetangga Afghanistan untuk membantu mereka mengelola pengungsi yang melarikan diri dari Taliban, kata kepala kebijakan luar negeri blok itu dalam sebuah wawancara.

"Kita harus meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Afghanistan."

"Kita harus membantu mereka dengan gelombang pengungsi pertama,” kata Josep Borrell kepada surat kabar Italia Corriere Della Sera.

Borrell menambahkan, orang-orang Afghanistan yang melarikan diri tidak akan mencapai Roma, tetapi mungkin Uzbekistan.

"Orang-orang Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu tidak akan mencapai Roma sejak awal, tetapi mungkin Tashkent (Uzbekistan). Kita perlu membantu negara-negara yang akan berada di garis depan," katanya.

Pejuang Taliban berpatroli di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021, saat ancaman bom bunuh diri membayang-bayangi detik-detik akhir penarikan pasukan AS dari Afghanistan. (AFP)
Rusia Serukan Konferensi untuk Membangun Kembali Ekonomi Afghanistan

Rusia telah mengusulkan konferensi internasional untuk membangun kembali ekonomi Afghanistan menyusul pengambilalihan negara oleh Taliban dan gelombang migrasi berikutnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved