SMAN 1 Bitung

Gloria Siswa SMAN 1 Bitung Antusias Sambut Belajar Tatap Muka

Pemerintah mulai mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Siswa kelas X SMAN 1 Bitung menjalani pemeriksaan Swab Antigen di aula sekolah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado Kabar baik peserta didik yang ada di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Tinggal beberapa hari lagi, para siswa – siswa peserta didik di bangku sekolah SD, SMP sederajat dan SMA / SMK sederajat akan Kembali melakukan kegiatan belajar di dalam ruangan kelas sekolah.

Pemerintah mulai mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level III ke bawah.

Dan Kota Bitung Provinsi Sulut, beruntung sudah PPKM level III sehingga para siswa–siswa kini bisa belajar di dalam kelas sekolah meski terbatas.

Sejumlah siswa sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas, nampak melakukan persiapan satu diantaranya di swab antigen.

Mereka pun memberikan sejumlah tanggapan terkait, bakal melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

Gloria Angelica Sumaiku siswi kelas X III SMAN 1 Bitung, nampak sengat antusias menyambut proses pembelajaran tatap muka terbatas pada hari Rabu lusa.

“Yang dikuatirkan ketika tatap muka atau luring (luar jaringan) adalah nilai, karena selama belajar daring (dalam jaringan) ketika ada pertanyaan banyak reverensi untuk mendapat jawaban dan bisa langsung di cari."

"Kalau tatap takut dalam menjawab, karena harus cepat dan sudah tidak bisa lagi buka di internet,” kata Gloria Angelica Sumaiku saat diwawancara tribunmanado.co.id usai di swab antigen, Senin (30/8/2021).

Menurut Gloria Sumaiku, menghadapi proses pembelajaran tatap muka harus mempersiapkan pikiran dan otak untuk menerima pelajaran lagi serta yang paling utama adalah menjaga Kesehatan.

Diberi pilihan, belajar daring atau tatap muka langsung di kelas Gloria punya pilihan belajar daring.

“Enak belajar daring, karena di rumah bisa duduk-duduk, kalau tatap muka terbatas di kelas enaknya bisa ketemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu,” tandasnya.

Nur siswa lainnya bilang, menyambut baik pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dan tentunya harus menerapkan protocol Kesehatan.

“Tidak kaku, Nur sudah siap mengikuti proses belajar tatap muka di sekolah,” kata Nur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved