Info Penting
Kenali Apa Itu Virus Joker, Bisa Curi Uang Pengguna Android, Ini Aplikasi yang Perlu Diwaspadai
Info penting untuk pengguna Android. Waspada virus joker. Bisa membuat uang pengguna Android dicuri.
Peneliti dari perusahaan Cybersecurity Quick Heal Security Lab, yang dikutip dalam pernyataan tersebut, menjelaskan bahwa virus ini dapat memasukkan pesan teks, kontak, dan informasi lain di smartphone yang terinfeksi.
Adapun yang membuat malware ini lebih berbahaya adalah kemampuannya untuk melakukan subscribe pengguna Android yang terpengaruh ke layanan berbayar, biasanya versi Premium atau paling mahal, tanpa izin sebelumnya.
Pada awalnya, aplikasi yang terinfeksi 'Joker' atau malware lain dari rumpun ini melakukan penipuan melalui SMS. Lalu mulai menyerang pembayaran online.
Kedua cara itu memanfaatkan integrasi operator telepon dengan vendor, untuk memudahkan pembayaran layanan dengan tagihan seluler.
Kembali beredar di Google Play Store
Virus Joker mulai terkenal sejak 2017 ketika menginfeksi dan merampok korbannya dengan bersembunyi di aplikasi yang berbeda.
Sejak saat itu, sistem pertahanan Google Play Store menghapus sekitar 1.700 aplikasi yang mengandung virus 'Joker' sebelum diunduh oleh pengguna.
Pada September 2020, virus 'Joker' ditemukan di 24 aplikasi Android yang sudah diunduh oleh lebih dari 500 ribu sebelum dihapus.
Kala itu, virus Joker ditengarai sudah menyebar ke lebih dari 30 negara termasuk Amerika Serikat, Brasil, dan Spanyol.
Melalui langganan yang tidak sah dan tanpa diketahui pemilik ponsel, peretas dapat mencuri hingga 7 dollar AS (sekitar Rp100.976) per langganan mingguan.
Segera cek aplikasi mencurigakan
Virus Joker yang tersembunyi di balik aplikasi akan membuat Anda kelimpungan karena mereka berhasil mengotomatiskan pembayaran tanpa memerlukan interaksi apa pun.
"Anda berisiko mendapat kejutan besar di akhir bulan di rekening bank Anda atau di kartu kredit Anda," kata polisi Belgia.
Saking licinnya, virus Joker membuat pengguna tidak tahu bahwa uang mereka sedang dicuri sampai mereka meninjau informasi akun rekening mereka secara rinci.
Ini karena bank tidak mencurigai langganan yang tampaknya 'normal' dan, umumnya, tagihannya sangat kecil.