Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Nasional

Cerita Mayor Penerbang Mulyo Hadi dalam Misi Kemanusiaan di Afghanistan

Mayor Pnb Mulyo Hadi beserta kru ditugaskan menjalankan misi kemanusiaan menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Afghanistan yang sedang mencekam.

Editor: Rizali Posumah
Istimewa/Internet
Mayor Pnb Mulyo Hadi bersama Letkol Pnb Ludwig Bayu, beserta 10 awak pesawat lainnya, tuntas menunaikan tugas negara mengevakuasi WNI yang berada di Afganistan hingga mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoPerasaan Mayor Pnb Mulyo Hadi campur aduk saat mengawaki pesawat TNI AU jenis Boeing 737-400. 

Ia tidak pernah menyangka akan memegang amanah besar

"Perasaan saya campur aduk, di satu sisi saya senang dan bangga dikarenakan mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas negara yang tentunya tidak sembarang orang bisa ditugaskan untuk menjalankan misi ini," cerita Mulyo Hadi kepada Tribun Network, Sabtu (28/8/2021).

Mayor Pnb Mulyo Hadi beserta kru ditugaskan menjalankan misi kemanusiaan menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Afghanistan yang sedang mencekam.

Lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2008 ini mengaku rasa kekhawatirannya karena mengetahui kabar dari media bahwa kondisi di Bandara Hamid Karzai Kabul masih bergejolak.

Mulyo menuturkan istri sangat mendukung dirinya untuk terbang ke negara yang sedang dikuasai kelompok Taliban.

"Informasi saya terima Senin (16/8/2021) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saya sedang berada di rumah. Istri dan anak-anak langsung mengetahuinya," tuturnya.

Ia mengatakan, istri langsung membantu menyiapkan perlengkapan serta memberi pengertian kepada tiga orang anak sebelum berangkat ke medan pertempuran.

Berikut petikan wawancara Tribun Network dengan Mayor Pnb Mulyo Hadi:

Bagaimana perasaan Anda ketika pertama kali ditunjuk sebagai penerbang pesawat TNI AU Boeing 737 seri 400 Skadron Udara 17 untuk mengevakuasi WNI di Afghanistan?

Perasaan saya campur aduk, di satu sisi saya senang dan bangga dikarenakan mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas negara yang tentunya tidak sembarang orang bisa ditugaskan untuk menjalankan misi ini.

Di sisi lain saya juga khawatir karena dari berita yang ada di media-media bahwa kondisi di Afghanistan terutama di Bandara Hamid Karzai Kabul masih bergejolak dan dipenuhi oleh massa yang ingin pergi ke luar dari negara Afghanistan.

Sempat mengabari keluarga terkait misi tersebut? Bagaimana respons mereka?

Kebetulan saat mendapatkan informasi tersebut, hari Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB tanggal 16 Agustus 2021 saya sedang berada di rumah.

Istri dan anak-anak langsung mengetahuinya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved