RHK Jumat 27 Agustus 2021
BACAAN ALKITAB Filipi 2:30 - Teman Pejuang dalam Pelayanan
Dari namanya, Epafroditus jelas ada kaitannya dengan Afrodit, berhala yang disembah orang kafir ketika itu.
Filipi 2:30
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dari namanya, Epafroditus jelas ada kaitannya dengan Afrodit, berhala yang disembah orang kafir ketika itu. Memang, Epafroditus semula berarti kesayangan Afrodit, yakni kesayangan berhala. Namun seiring dengan pertobatannya menjadi Kristen dan ketaatannya dalam pelayanan, makna namanya berubah hanya menjadi "kesayangan" atau "tersayang" saja. Dia sudah terlepas dari Afrodit.
Nama Epafroditus juga diartikan sebagai "cantik atau "yang memesona." Tapi Paulus menyebut Dia sebagai _"human apostolo"_ artinya "yang kamu utus." Namun Paulus menyebut Epafroditus sebagai saudara, rekan kerja dan teman seperjuangan. Karena memang Epafroditus adalah seorang pejuang dalam pelayanan.

Dia mempertaruhkan nyawa dan hidupnya untuk melayani Tuhan, termasuk untuk Paulus sebagai hamba-Nya.
Dia tidak takut meski maut mengancam. Dalam perjalanan, dia harus melewati hutan rimba yang menyeramkan, di mana ada banyak binatang buas dan penyamun yang mengancam nyawanya. Dia berani menantang maut demi melayani Tuhan.
Diperkirakan juga dia melewati Via Egnatia, sebuah jalan Romawi melintasi provinsi Makedonia, menyeberangi laut Adriatik, semenanjung Italia dan naik ke Jalan, Apian, ke Roma. Perlintasannya itu semua sangat berbahaya, baik karena binatang buas, maupun "manusia buas," karena kejahatan kriminalnya.
Tapi semua itu tidak mengendorkan semangat Epafroditus melayani Tuhan. Jalan yang terjal, jauh, berbahaya, yang ditempuhnya lebih dari sebulan dengan memikul beban berat sebagai titipan pemberian jemaat, justeru telah membakar semangat melayaninya, yang luar biasa.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku." (ay 30)_
Semua keperluan Paulus dalam penjara yang dititip oleh jemaat Filipi, dipikul dan dibawanya tanpa keluh kesah. Tak ada erangan dan jeritan, apalagi protes dan perlawanan atas penugasan yang maha berat itu. Semua dituruti dan dijalaninya dalam ketaatan dan ketulusan hati, disertai pengorbanannya yang sungguh.
Bahkan ketika dipenjara juga dia melayani Paulus dengan hati yang tulus. Padahal, penjara Paulus sangat angker, mengingat Paulus ditahan tanpa kesalahan, tapi hanya karena amarah, iri dan dengki serta persaingan yang tidak dapat membuktikan kesalahannya.
Sebagai "tahanan tanpa dosa," mengunjungi dan melayani Paulus justeru berbahaya. Karena banyak orang yang tidak suka dengan bahkan sakit hati dengan Paulus. Mereka tak segan-segan menganiaya pendukung atau penolong Paulus. Jadi tantangan Epafroditus selain berat juga kompleks, banyak dan rumit mengingat kondisi penahanan dan pemenjaraan yang tak wajar dari Paulus.
Sahabat Kristus, di zaman now diperlukan orang yang kesabaran, ketaatan, kesetiaan dan kesediaan berkorban dalam melayani Tuhan, seperti Epafroditus. Kitalah orang-orang yang diharapkan bisa menjadi Epafroditus masa kini. Teladanilah dia dan layanilah Dia yang mengutus kita.
Kita adalah utusan Kristus yang ditempatkan di dunia ini untuk melayani Dia, di tempat di mana kuta berada. Seperti Epafroditus, kita adalah "human apostolo" (orang yang diutus), ke tempat kita maaing-masing sesuai dengan karunia, talenta dan tanggungjawab yang Tuhan anugerahkan bagi kita.
Kerjakanlah segalah anugerah kepercayaan dan tanggungjawab kita. Jangan sepelekan dan abaikan. Ada maksud dan rencana Tuhan bagi kita untuk diri kita maupun bagi orang-orang di sekitar kita.
Jangan takut dengan nyawa dan kehidupan kita. Nyawa kita adalah ciptaan dan milik Kristus. Kristus pasti menjaga dan melindungi serta memberkati kita. Jika Dia mengutus, maka Dia menyertai. Yakinlah Allah selalu beserta kita yang terus mengerjakan panggilan dan tanggungjawab pelayanan kita dengan baik dan benar.
Sebagai utusan Tuhan, tugas kita adalah melaksanakan segala tugas dan panggilan kita masing-masing dengan lebih sungguh lagi. Dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya. Sehingga hidup kita benar-benar menjadi kemuliaan nama Tuhan. Amin
DOA: Tuhan Yesus, teguhkan iman kami menjadi utusan-Mu yang siap berkorban untuk melayani Tuhan, meski harus menderita. Sertai dan berkatilah kami. Amin