Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Tomohon

Cerita Warga Pangolombian Tomohon, Puluhan Tahun Garap Kebun yang Berseblahan Dengan PLTP

Kelurahan Pangolombian terletak sekira 10 Kilometer dari Pusat Kota Tomohon menjadi salah satu lokasi garapan PGE.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Hesly Marentek
PLTP yang dekat dengan perkebunan warga di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ManadoBunyi Suara dentuman diikuti kepulan bakal terdengar dan dilihat ketika menyambangi Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan.

Kelurahan yang terletak sekira 10 Kilometer dari Pusat Kota Tomohon ini, menjadi salah satu lokasi garapan Energi Panas Bumi yang dikelola Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong.

Masyarakat sekitar pun menganggap pemandangan kepeluan asap dan bunyi dentuman tersebut menjadi hal yang biasa.

Salah satunya seperti yang diraskan Joh Pangalila.

Pria 49 tahun ini setiap harinya harus menggarap lahan perkebunan yang tepat berseblahan dengan lokasi  Pembangkit Listrik Energi Panas Bumi (PLTP).

John Pangalila.
John Pangalila. (tribunmanado.co.id/Hesly Marentek)

Sehingga sebelum tiba di lokasi garapan, ia harus melalui kepulan asap tebal berbau belerang dan mendengar suara dentuman yang berasal dari alat PLTP.

"Memang terbiasa, kan tiap hari harus lewat situ. Karena memang kebun saya berbatasan dengan lokasi pengelolaan panas bumi," ungkap John Pangalila, Rabu (25/8/2021).

Pengalaman menggarap kebun yang berbatasan dengan lokasi PLTP, sudah berlangsung sejak puluhan tahun.

Bahkan sejak pertama kali beroperasinya PLTP.

"Kan mereka beroperasi mulai tahun 1985. Sebelum itu, kami sudah berkebun di situ," ucapnya.

Namun begitu, warga Pangolombian Lingkungan I ini mengakui tetap kadang muncul rasa takut.

Apalagi ketika mendengar suara uap dari mesin raksasa di PLTP.

"Takut pastinya. Apalagi kalau mereka sedang los, seperti pipa raksasa itu seperti mau meledak," akuhnya.

Keberadaan PLTP sejauh ini diakuinya memang menguntungkan masyarakat sekitar. Karena ada beberapa yang ditarik bekerja.

Namun juga membawa efek untuk lahan perkebunan di sekitaran PLTP.

"Buktinya kalau gas di los lumpurnya akan keluar. Itu akan mengalir sampai di lokasi kebun, otomatis tanaman mati," ungkapnya seraya menyebut sempat merugi beberapa waktu lalu.

"Lalu lumpur mereka meluap sampai ke kebun saya. Banyak tanaman yang mati, tapi tak ada ganti rugi sejauh ini," tambah John.

Tak cuma itu, bahkan menurut John, semenjak ada pengelolaan berdampak pada tumbuhan yang ada.

Seperti sering gagal panen dan pohon yang tak lagi bertumbuh.

"Pohon saja tak bisa membesar, gangguan tanaman dan malah sudah jarang panen," tandasnya. (hem)

Tentang Tomohon

Tomohon adalah salah satu kota di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Jarak Tomohon ke Manado, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara 24,9 kilometer atau 1 jam 2 menit jika ditempuh dengan kendaraan

Luas Kota Tomohon berdasarkan keputusan UU RI Nomor 10 Tahun 2003 sekitar 11.420 Ha

Kota Tomohon terletak di ketinggian kira-kira 900-1100 meter dari permukaan laut (dpl), diapit oleh 2 gunung berapi aktif, yaitu Gunung Lokon (1.580 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m).

Suhu di Kota Tomohon pada waktu siang mampu mencapai 30 derajat Celsius dan 18-22 derajat Celsius pada malam hari.

Saat ini Kota Tomohon dipimpin oleh Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk alias Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Wenny Lumentut. 

Ingat Syiela Rashid? Dulu Dampingi Suami Nikah Lagi, Kini Temani Lagi Saat Ceraikan Istri Muda

Wamendag Jerry Sambuaga Resmikan Pusat Jajanan Kuliner dan Cinderamata Likupang

Tarif Rp 5 Ribu Tuai Protes Pedagang Pasar Pinasungkulan Sagerat Bitung

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved