Berita Manado
Penghasilan Pengendara Bentor di Manado Merosot Lebih dari 50 Persen
Ari salah satu pengendara bentor menyampaikan sebelum pandemi penghasilannya sangat lumayan, namun kini sangat menurun.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pandemi Covid-19 hingga kini masih menjadi pergumulan masyarakat dunia.
Ia mempengaruhi hampir di berbagai sektor, terlebih perekonomian.
Hal ini membawa dampak buruk bagi penghasilan masyarakat, termasuk para pengendara becak motor (bentor).
Apalagi saat ini di kota Manado masih masa penerapan PPKM Level 4, jadi aktivitas hanya dibatasi sampai jam 8 malam.
Ari salah satu pengendara bentor di Malendeng, Manado, ketika diwawancarai tribunmanado.co.id mengaku dirinya sudah bekerja sejak tahun 2014.
Ari menyampaikan sebelum pandemi penghasilannya sangat lumayan, namun kini sangat menurun.
"Penghasilan sebelum pandemi perhari sekitar 200 ribu. Bekerja sejak pagi jam 6 sampai jam 7 malam.
Setelah pandemi penghasilan sangat menurun lebih dari 50 persen, karena mau cari 100 ribu sekarang ini apalagi PPKM tinggal mujur kalau dapat begitu," ucap Ari, Selasa (24/8/2021).
Kata dia, mereka sekarang pinter-pinter mencari langganan supaya kalau ingin keluar rumah sudah ada nomor telpon langsung menghubungin dan segera dijemput.
Lokasi mereka hanya di seputaran Malendeng tidak boleh keluar daerah malendeng dan ada jalur khusus.
Bentor bisa membawa tiga orang penumpang, yang duduk di depan boleh dua orang dan satu dibelakang.
Bentor milik mereka boleh memuat bahan bangunan semen dan kayu atau lainnya.
Seperti halnya yang disampaikan Muhammad Sainal.
"Untuk ongkos perorang harus bayar Rp 4000, sehingga kalau ada tiga orang yang naik sekali jalan bisa menghasilkan Rp 12.000," ungkap Muhammad.
Muhammad sampaikan kelebihan mereka kalau ada warga yang memuat bahan bangunan, karena harganya lebih tinggi.