Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Manado

Cerita Perhotelan Manado Bertahan di Tengah PPKM, Okupansi Tinggal 20 Persen

Kebijakan yang berlangsung sejak awal Juli ini menekan bisnis perhotelan. Pembatasan sosial langsung berdampak.

Tayang:
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Tribun
Director of Sales Gran Puri Manado Hotel, Ilona Emod berbicara dalam Webinar Manado Bisnis Forum, Bisnis Perhotelan di Masa PPKM, Selasa (24/08/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pelaku usaha perhotelan di Manado kembali terpukul dengan adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulut.

Kebijakan yang berlangsung sejak awal Juli ini menekan bisnis perhotelan. Pembatasan sosial langsung berdampak.

Tingkat hunian kamar anjlok. Tak ada event-event meeting, pernikahan atau hajatan lainnya.

Semua perhotelan merasakan dampak serupa. Gran Puri Manado Hotel satu di antaranya.

"Kita tidak pernah menyangka ya bisa kembali bertemu dengan keadaan ini tapi semuanya harus dijalani," jelas Ilona Emod, Director of Sales Gran Puri dalam Webinar Manado Bisnis Forum, Bisnis Perhotelan di Masa PPKM, Selasa (24/08/2021).

Adanya PPKM membuat tingkat hunian kamar Gran Puri turun drastis. Jika sebelumnya sudah di atas 50 persen, saat ini keterisian kamar tinggal 15-20 persen saja.

"Untuk Juli hingga Agustus seperti itu kondisinya. Sementara untuk event, sangat sedikit. Untuk bulan ini bisa dihitung dengan jari," ujar Ilona lagi.

Kondisi tersebut, membuat manajemen hotel yang terletak di bilangan Ranotana Manado melakukan efisiensi.

Kata Ilona, di masa PPKM kali ini kalangan hotelier sudah lebih siap. B

erbeda dari awal pandemi, semua syok ketika ada pembatasan sosial.

"Kali ini kita bisa dibilang siap karena pandemi sudah setahun lebih. Pula, sudah ada standar CHSE bagi hotel restoran dan lainnya," ujarnya.

Meskipun memang, kata Ilona, PPKM jelas berdampak pada revenue hotel.

"Dengan kondisi yang ada sekarang, kita tetap bertahan, sabar, efisiensi. Paling penting gaji karyawan masih terbayar," katanya lagi.

Ia pun mengatakan, perhotelan masih bertahan di masa PPKM. Selain efisiensi, perhotelan dituntut berinovasi dan kreatif berpromosi.

"Sekarang kita perang promo tapi memang agak berat," jelasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved