Seleb
Sempat Menghilang dari Sosial Media, Deddy Corbuzier Akui Kondisi Kritis & Hampir Kehilangan Nyawa
Deddy Corbuzier membeberkan alasannya sempat vakum beberapa waktu lalu. Ternyata ia mengalami badai sitokin usai dinyatakan negatif Covid-19.
Peradangan pada paru-paru itu sayangnya bisa terus terjadi meski infeksi sudah selesai.
Selama peradangan, sistem imun juga melepas molekul bersifat racun bagi virus dan jaringan paru-paru.
Tanpa penanganan yang tepat, fungsi paru-paru pasien dapat menurun hingga membuat pasien sulit bernapas.
Kondisi inilah yang kemudian bisa membuat pasien Covid-19 akhirnya meninggal dunia atau tak bisa bertahan.
“Maka sering pada pasien Covid-19 membutuhkan ventilator untuk membantu pernapasan,” jelas Mahirsyah.
Pengobatan pasien Covid-19
Dia menerangkan, interleukin-6 merupakan salah satu jenis sitokin yang terlibat pada proses inflamasi dan kanker.
Untuk pengobatan, Mahirsyah menyebut, obat anti-interleukin-6, seperti Tocilizumab dan Sarilumab telah digunakan pada uji klinis pasian Covid-19.
Selain itu, vitamin C juga perlu diberikan kepada pasien Covid-19.
Vitamin C bersifat antioksidan sehingga diduga dapat mengurangi keparahan badai sitokin.
Jadi, badai sitokin ini tergantung pada daya tahan tubuh atau sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus yang masuk.
Apabila daya tahan tubuh kuat, virus yang masuk bisa dikalahkan dan pasien Covid-19 bisa sembuh.
Baca juga: Ucok Baba Puji Kebaikan Raffi Ahmad yang Penuhi Janji untuk Membelikan Mobil
Baca juga: Alvin Faiz Akhirnya Beri Klarifikasi Soal Tuduhan Foya-foya Pakai Dana Umat
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Deddy Corbuzier Sempat Menghilang dari YouTube, Akui Kondisinya Kritis, Hampir Kehilangan Nyawa