Bacaan Alkitab
Renungan Minggu 22 Agustus 2021, Filipi 2:19-21 : Sehati Sepikir dan Tahan Uji
Kita sebagai keluarga dan umat Kristen di zaman now, dipilih dan diutus untuk melayani Tuhan, dalam ketulusan hati.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi dari dalam Penjara, di Roma. Seperti diketahui, Paulus dipenjara karena ketaatan dan kesetiaannya kepada Tuhan Yesus.
Di penjara, dia bukannya berhenti menginjil, tapi justeru lebih bersemangat lagi memberitakan Injil.
Kokohnya dinding penjara dan jeruji besi yang mengurung dirinya, tidaklah menjadi alasan bagi Paulus berhenti melayani. Padahal, kondisi waktu itu sangat jauh dengan kita saat ini.
Apalagi, Paulus di penjara di Roma, sedangkan jemaat Filipi letaknya di Provinsi Makedonia, Yunani. Sangat jauh.
Tak ada telpon, apalagi jaringan internet untuk video call dan mengirim WA, SMS atau menggunakan zoom meeting, google meet, dll.
Menyurat pun tidak menggunakan kertas biasa, seperti sekarang. Relatif serba sulit. Tapi, kondisi itu tidak membatasi apalagi membunuh kreatifitas dan komitmen Paulus melayani Tuhan.
Raganya dipenjara, tapi jiwanya dan hatinya tetap pada Injil Kristus. "Tak ada rotan, akarpun jadi."
Dia menginjil melalui "surat penggembalaan" dan mengutus orang yang sudah teruji kesetiaannya mendampingi dirinya melayani Injil Kristus.
Itulah Timotius. Sosok anak muda yang tak ada duanya bagi Paulus. Sebab dia sehati sepikir dengannya.
Timotius yang adalah "Anak Sarani" (anak rohani) Paulus, adalah figur yang tidak mencari untung dalam pelayanan. Tapi dia hanya mengutamakan kepentingan Kristus Yesus. Demikian firman Tuhan hari ini.
"Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus." (ayat 19-21)
Selain Timotius, kepada jemaat Filipi yang pernah dikunjungi dan diinjili Paulus, dia juga mengirim Epafroditus, seorang yang setia melayani Paulus.
Meski dia sempat sakit bahkan hampir mati, tapi dia pantang menyerah dalam melayani Tuhan.
Sebab Epafroditus juga adalah utusan jemaat Filipi untuk membawa bantuan/pemberian sekaligus menopang pelayanan Paulus di Roma dan di berbagai tempat.
Termasuk ketika Paulus dipenjara karena melayani Kristus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-harian-kristen-pembalasan-hak-tuhan.jpg)