Advetorial

Pemprov Sulut Dengar Arahan Menko Perekonomian, PPKM Masih Dua Minggu Lagi

Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) PPKM dan Penanganan Covid-19.

Istimewa
Rapat dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, yang juga Ketua KPC - PEN Airlangga Hartarto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Komite Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) PPKM dan Penanganan Covid-19 di Luar Jawa - Bali secara virtual, Sabtu (21/8/2021).

Rapat dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, yang juga Ketua KPC - PEN Airlangga Hartarto.

Rapat yang diikuti melalui video conference oleh seluruh gubernur maupun perwakilan se-Indonesia ini dihadiri beberapa pimpinan kementerian/lembaga terkait, di antaranya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito.

Baca juga: Olly Dondokambey Meresmikan Jemaat GMIM Lembah Yordan Atep, Ajak Membangun Bersama

Baca juga: Gubernur Olly Dondokambey Minta Dinas Kesehatan Vaksinasi Ibu Hamil di Semua Kabupaten dan Kota

Baca juga: Udinese VS Juventus, Liga Italia Hari Ini Minggu 22 Agustus 2021

Gubernur Sulut Olly Dondokambey. (Istimewa)

Mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey kegiatan ini diikuti oleh Kepala BPBD Sulut, Joo Oroh; Kadis Kesehatan Sulut, dr Debie Kalalo; Kadis Sosial, dr Rinny Tamuntuan; dan Kasat Pol-PP Sulut, Fadly Kotambunan.

Airlangga Hartarto menyampaikan, Rakorev kali ini diselenggarakan guna mengevaluasi pelaksanaan PPKM dan penanganan Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali dalam 2 minggu terakhir.

Menko Airlangga Hartarto menuturkan saat ini kasus aktif Covid-19 secara nasional adalah sebanyak 327.286 kasus, dengan distribusi di Jawa - Bali sebanyak 47 persen dan di luar Jawa - Bali sebanyak 53 persen.

"Selama penerapan PPKM 9-20 Agustus 2021, kasus aktif di luar Jawa - Bali mengalami penurunan, dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan tertinggi yaitu sebesar -36,96 persen. Secara umum, selama bulan Agustus sudah turun -27,03 persen," jelasnya.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (Pemprov Sulut)

Lebih lanjut, Menko Airlangga Hartarto kemudian melaporkan perkembangan level asesmen kabupaten/kota di luar Jawa - Bali, dengan level IV mengalami penurunan dari sebelumnya 132 menjadi 105 kabupaten/kota, level III mengalami kenaikan dari sebelumnya 215 menjadi 232 kabupaten/kota, dan level II juga mengalami kenaikan dari sebelumnya 39 menjadi 48 kabupaten/kota.

Terakhir, terkait perpanjangan maupun perubahan evaluasi penerapan PPKM di luar Jawa - Bali, Menko Airlangga Hartarto mengaku bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Presiden RI Joko Widodo.

Kantor Gubernur Sulut. (Istimewa)

"Hasil monitoring dan evaluasi PPKM di luar Jawa - Bali ini akan dilaporkan langsung kepada Bapak Presiden, untuk nantinya mendapatkan arahan mengenai kebijakan yang akan diambil selanjutnya. Arahan Presiden nanti akan disampaikan Senin (23 Agustus 2021-red) besok," pungkasnya. (adv)

Berita Terkait Sulut Maju

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved