Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gilbert Lumoindong

Masih Kenal Gilbert Lumoindong? Pendeta dan Pembawa Acara Rohani, Hidup Penuh Mujizat Saat Kecil

Gilbert merupakan seorang pendeta asal Indonesia, terkenal sebagai salah satu pembawa acara Penyegaran Rohani Agama Kristen.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
kolase foto tribun manado/istimewa
Masih Kenal Gilbert Lumoindong? Pendeta dan Pembawa Acara Rohani, Hidup Penuh Mujizat Saat Kecil 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Gilbert Lumoindong sudah tidak asing lagi indonesia.

Gilbert merupakan seorang pendeta asal Indonesia, terkenal sebagai salah satu pembawa acara Penyegaran Rohani Agama Kristen.

Saat masih kecil, Gilbert sempat mengalami sakit saraf pada otaknya yang ia derita sampai usia 10 tahun.

Gilbert mengidap suatu penyakit syaraf otak hingga dokter memvonisnya kalau kemampuan otaknya secara berangsur-angsur menurun.

Selain iu, kemampuan inteligensi juga berkurang.

Pdt <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/gilbert-lumoindong' title='Gilbert Lumoindong'>Gilbert Lumoindong</a> Khawatir Ada Propaganda Asing Soal Isu Indonesia Darurat Corona
Pdt Gilbert Lumoindong Khawatir Ada Propaganda Asing Soal Isu Indonesia Darurat Corona (Facebook Hamba Tuhan Gilbert Lumoindong)

Dia pun seringkali menangis sedih tiap kali dia melihat anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di dekat rumahnya di daerah Tebet, Jakarta.

Seiringnya dengan vonis dokter tersebut tentang penyakit syaraf otak yang diderita olehnya, orang tuanya mulai aktif mendatangi suatu Persekutuan Doa (PD) untuk memohon doa kepada Tuhan atas kesembuhan anak mereka.

Di samping orang tuanya, Gilbert pun kerap menghadiri suatu ibadah Kebaktian kebangunan Rohani (KKR) yang padahal diperuntukkan untuk orang dewasa.

Pada saat hamba Tuhan memanggil para jemaat yang memohon untuk didoakan, dia pun turut maju. Akhirnya pada umur belum genap 10 tahun,

Gilbet mengalami kesembuhan dan kemampuan otaknya berkembang secara drastis. Bahkan dia seringkali mendapat predikat sebagai juara kelas dan lulus dari SMA dengan nilai ujian terbaik.

Pada usia 17 tahun Gilbert mulai aktif sebagai pengkhotbah di beberapa organisasi pemuda Kristen.

Gilbert kemudian kuliah di Lembaga Pendidikan Teologi dan Indonesia dan lulus diploma pada tahun 1990.

Ia kemudian melanjutkan studi teologinya di Institut Teologi dan Pendidikan Indonesia.

Gilbert sempat menjadi ketua GO Studio Jakarta pada tahun 1993 sampai 1997, dan juga ia sempat menjadi jemaat di Gereja Tiberias Indonesia, sebelum akhirnya ia memisahkan diri dan mendirikan GL Ministry pada tahun 1998.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved